12 Besar Ballon d'Or 2025 Power Ranking: Desire Doue Mengejutkan, Trofi jadi Milik Ousmane Dembele?

Panggung Ballon dOr 2025 semakin memanas, dengan pemain PSG punya peluang besar jadi pemenangnya

oleh Asad ArifinDiperbarui 02 Juni 2025, 10:20 WIB
Ousmane Dembele dari PSG mencium trofi setelah memenangkan final Champions League kontra Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta Panggung Ballon dOr 2025 semakin memanas. Setelah final Liga Champions berakhir, dengan PSG yang tampil sebagai juara, nama Ousmane Dembele diyakini bakal menjadi kandidat utama pemenang Ballon d'Or edisi 2025.

Kompetisi pada level klub diyakini bakal jadi penentu peraih gelar Ballon d'Or 2025. Sebab, pada musim 2024/2025, tidak ada turnamen mayor antarnegara yang digelar dan bisa memberi dampak kecuali UEFA Nations League.

Vinicius Junior, yang jadi kandidat utama Ballon d'Or 2024, tidak masuk calon peraih gelar. Dia hanya berada di peringkat ke-17 dalam Power Ranking. Jude Bellingham, sesama pemain Real Madrid, ada satu tingkat di bawahnya.

Pemain PSG sangat dominan dalam kandidat peraih Ballon d'Or 2025, berdasarkan pada Power Rangkin, salah satunya yang dibuat oleh GOAL. Desie Doue memberi kejutan dan Ousmane Dembele punya peluang terbesar untuk meraihnya.

Berikut adalah daftar lengkap 12 besar Ballon d'Or 2025 Power Ranking:


12. Gianluigi Donnarumma (PSG)

Kiper Paris Saint-Germain, Gianluigi Donnarumma, tampil impresif saat timnya menang 5-0 atas Inter Milan pada final Liga Champions di Allianz Arena, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB. Donnarumma pun akhirnya merasakan trofi juara Liga Champions. (AP Photo/Luca Bruno)

Donnarumma sekali lagi mengukuhkan statusnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia. Dengan torehan 13 clean sheet dan kontribusi vital dalam perjalanan PSG merengkuh trofi Liga Champions, Ligue 1, Coupe de France, dan Trophee des Champions, kiprah Donnarumma tak bisa dipandang sebelah mata.

Meski peran kiper jarang disorot dalam perburuan Ballon d'Or, Donnarumma menunjukkan bahwa posisinya tak bisa diabaikan. Aksinya melawan Aston Villa dan Arsenal di fase gugur Liga Champions menjadi penentu keberhasilan PSG.


11. Robert Lewandowski (Barcelona)

Tiga gol lainnya masing-masing diciptakan oleh Robert Lewandowski, bunuh diri Jelle Bataille, dan Gavi. (LLUIS GENE / AFP)

Lewandowski menunjukkan bahwa usia hanyalah angka. Di usia 36 tahun, striker Polandia ini tampil tajam dengan mencetak 44 gol dan lima assist untuk membantu Barcelona merebut La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de Espana. Bersama Hansi Flick, Lewy menemukan kembali performa terbaiknya dan jadi jantung serangan Blaugrana.

Meski tidak lagi secepat dulu, efisiensi dan insting predatornya tetap terjaga. Ia mungkin kalah pamor dari bintang-bintang muda Barca, namun kontribusinya tetap besar. Dengan performa ini, Lewandowski layak kembali masuk dalam perbincangan 10 besar Ballon d'Or.


10. Harry Kane (Bayern Munchen)

Harry Kane selama ini kerap disandingkan dengan statistik mengesankan namun tanpa satupun trofi. (AP Photo/Matthias Schrader)

Akhirnya, penantian panjang Harry Kane berbuah manis. Setelah bertahun-tahun berpuasa gelar, sang kapten Inggris sukses mempersembahkan trofi Bundesliga untuk Bayern Munich. Dengan catatan 43 gol dan 13 assist, Kane tetap menjadi salah satu striker paling produktif di Eropa.

Lanjut Baca:

Walau Bayern gagal menembus semifinal Liga Champions, Kane tetap menunjukkan permainan komplet sebagai penyerang: klinis di depan gawang, cerdas dalam pergerakan, dan kreatif saat membangun serangan. Ia mungkin belum Ballon d'Or-ready, tapi musim ini membuktikan bahwa ia tetap di antara yang terbaik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya