Kader PPP Nilai Tokoh Eksternal Jadi Ketum Tak Jamin Angkat Elektoral

PPP akan menggelar Muktamar tahun ini.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 01 Juni 2025, 20:18 WIB
Suasana Mukernas III PPP Muktamar Jakarta di Kantor DPP PPP, Menteng, Kamis (15/11) (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPC PPP Jakarta Barat Wahyudin, ikut berkomentar soal kondisi partainya yang tengah mencari ketua umum untuk Muktamar mendatang. Khususnya, soal pandangan Ketua Majelis Pertimbangan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy alias Rommy yang hendak menggandeng tokoh eksternal partai.

Menurut Wahyudin, niat Rommy melakukan hal itu sudah pernah dilakukan dan terbukti tidak berhasil membawa PPP ke parlemen. Contohnya, Sandiaga Uno yang didapuk sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasional PPP di tahun 2024.

"Kita hadirkan tokoh sekaligus tauke Sandiaga Uno, kita jadikan calon presiden, hingga wakil presiden, bahkan ketua Bappilu, hasilnya tidak mengangkat elektoral," kata Wahyudin seperti dikutip, Minggu (1/6/2025).

Wahyudin meragukan niat Rommy mencari calon ketua umum PPP dari eksternal hanya demi partai. Sebaliknya, dia menduga, Rommy punya maksud lain demi kepentingan pribadi.

"Apa iya cari-cari ketum dari eksternal demi PPP? Atau demi supaya bisa jadi bagian penting Rommy di DPP PPP kedepan?" tanya dia.

Dia meyakini, sejumlah tokoh yang dibawa Rommy masih memiliki rasa malu, sehingga tidak dengan mudah tergoda bujuk rayu.

"Saya yakin tokoh-tokoh itu punya malu. Masa tiba-tiba jadi Imam di rumah atau partai orang," bebernya.

Dia pun percaya, mayoritas kader partai tidak setuju dengan upaya Rommy menghadirkan calon ketua dari eksternal. Bagi dia, Rommy hanya ingin mencari muka dan pamor politik.

"Siapa yang minta calon eksternal, salah besar Rommy mengatasnamakan PPP," dia memungkasi.

 

Rommy: PPP Butuh Sosok Tokoh dan Tauke Seperti Amran Sulaiman

Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, M Romahurmuziy atau Rommy mengaku telah membujuk berbagai tokoh untuk maju sebagai calon Ketua Umum PPP. Diantaranya adalah Jenderal Dudung Abdurachman hingga Anies Baswedan.

Namun, Rommy mengaku saat ini nama Menteri Pertanian RI atau Mentan, Andi Amran Sulaiman yang paling mencuat untuk maju di Muktamar PPP yang akan digelar September mendatang.

“Saya berusaha membujuk banyak tokoh yang saya nilai mampu, baik karena ketokohannya, maupun ke-tauke-an nya. Karenanya, nama-nama yaNg muncul berendeng mulai Pak Sandi Uno, Gus Ipul, Pak Dudung, Pak Marzuki Alie, Pak Agus Suparmanto, sampai Pak Amran. Bahkan Mas Anies Baswedan pun saya pernah bujuk untuk bersedia masuk dan memimpin PPP pada akhir Desember 2024 lalu,” kata Rommy.

Rommy menyebut, target kembali ke Senayan memerlukan logistik yang tak sedikit, maka ia mencari tokoh dan tauke seperti Amran yang merupakan pengusaha besar.

“Untuk kembalinya PPP ke Senayan pada Pemilu 2029 memang mencari tokoh yang sekaligus tauke. Pak Amran adalah seorang pengusaha yang sukses. Hanya kurang publikasi saja atas kesuksesan usahanya,” kata dia.

Rommy mengaku berkali-kali meyakinkan Amran untuk bersedia maju sebagai Caketum. Dirinya harus terbang ke Makassar untuk bertemu Amran.

“Saya sampai harus ke Makasar meyakinkan beliau. Sampai saat ini pun, Pak Amran masih wait and see. Murni disebabkan kesibukan beliau yang memiliki beban berat sebagai tulang punggung program kedaulatan pangan pemerintah,” kata dia.

“Apakah Pak Amran betul akan menjadi Ketum PPP pada Muktamar September 2025 mendatang? Waktu masih cukup panjang untuk kejutan-kejutan lainnya,” sambungnya.

Infografis Manfaat Berjalan Kaki Bagi Kesehatan. Source: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya