Kisruh Tur Asia Manchester United: Pemain Kecewa, Liburan Batal, dan Kekalahan Memalukan

Manchester United kembali jadi sorotan, bukan karena prestasi, melainkan keputusan kontroversial manajemen klub yang memaksa para pemain melakukan tur pascamusim ke Asia.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 31 Mei 2025, 23:56 WIB
Starting XI pemain Manchester United dalam laga persahabatan melawan ASEAN All-Stars yang berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, pada hari Rabu (28/5/2025) malam waktu setempat. (AP Photo/Vincent Thian)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United kembali jadi sorotan, bukan karena prestasi, melainkan keputusan kontroversial manajemen klub yang memaksa para pemain melakukan tur pascamusim ke Asia.

Padahal, Setan Merah baru saja menyelesaikan musim yang mengecewakan, baik di Premier League maupun kompetisi Eropa.

Tur mendadak ini dimulai hanya beberapa hari setelah laga terakhir Liga Inggris melawan Aston Villa, di mana United menang 2-0. Namun kemenangan itu tak mampu menutupi fakta bahwa mereka menutup musim di posisi ke-15 klasemen—hasil terburuk dalam lebih dari satu dekade, dengan total 18 kekalahan.

Tak hanya gagal total di liga domestik, United juga kalah di final Liga Europa melawan rival berat mereka, Tottenham Hotspur. Kekalahan itu menutup pintu ke Liga Champions musim depan.


Pemain Kecewa, Liburan Batal

Pemain Manchester United, Rasmus Hojlund, kanan, berebut bola dengan pemain ASEAN All-Star Kamboja, Mo Kan, tengah, selama turnamen sepak bola Challenge Cup Malaysia 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu, 28 Mei 2025. (Foto AP/Vincent Thian)

Alih-alih rehat sejenak setelah musim panjang dengan 60 pertandingan, para pemain malah diminta terbang ke Malaysia dan Hong Kong dalam rangka tur promosi. Beberapa di antaranya bahkan harus membatalkan rencana liburan pribadi yang telah dijadwalkan.

Menurut laporan Manchester Evening News, beberapa pemain senior sempat menyuarakan protes kepada manajemen klub. Ada pula kabar bahwa sejumlah pemain mempertimbangkan untuk menolak ikut tur. Tak ingin menghadapi pembangkangan, klub mempercepat keberangkatan usai laga kontra Villa.

Yang lebih mengejutkan, pemain yang tengah cedera seperti Luke Shaw, Matthijs de Ligt, dan Joshua Zirkzee tetap diwajibkan ikut serta. Hal ini memicu amarah di internal skuad, apalagi tur ini dinilai lebih bertujuan komersial ketimbang kebugaran tim.


Kekalahan Memalukan dan Ejekan dari Suporter

Sekou Kone (tengah) dari Manchester United melepaskan tembakan ke gawang Hong Kong dalam pertandingan persahabatan ekshibisi di Stadion Hong Kong pada 30 Mei 2025. (Peter PARKS/AFP)

Tur ini dimulai dengan kekalahan 0-1 dari tim ASEAN All-Stars yang diperkuat dua pemain Timnas Indonesia, Kakang Rudianto dan Malik Risaldi. Walau sempat ada canda tawa di dalam bus tim seusai laga, suara cemooh dari suporter tak bisa dihindari.

Pada laga kedua di Hong Kong, United menang 3-1 dan membawa pulang trofi hiburan. Namun bahkan piala tersebut dibawa ke ruang ganti oleh staf media klub, menandakan betapa tidak pentingnya gelar tersebut bagi tim.

Di sisi lain, aksi tur keliling Kuala Lumpur dengan bus terbuka sempat menuai olok-olok di media sosial. Zirkzee, De Ligt, dan pemain muda Ayden Heaven terlihat ikut dalam parade, meski musim mereka jauh dari kata sukses.

Lanjut Baca:

Tur ini memang tidak digolongkan sebagai tur pramusim, sehingga atmosfernya jauh lebih santai. Beberapa pemain bahkan terlihat menikmati waktu luang dengan menjelajah kota menggunakan skuter listrik. Garnacho dan Heaven jadi sorotan setelah kedapatan berkendara santai di malam hari. Sementara itu, Zirkzee dikabarkan kecewa dengan layanan makanan di hotel dan memutuskan mencari makanan Thai di luar, ditemani petugas keamanan. Uniknya, tiga pemain—Harry Maguire, Andre Onana, dan Diogo Dalot—justru bersedia terbang ke Mumbai, India, untuk kegiatan komersial lanjutan. Alasannya? Mereka akan lebih cepat kembali ke Inggris dibanding rekan-rekannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya