Universitas Sunan Gresik Seleksi Ketat 2.500 Calon Dosen

Universitas Sunan Gresin harus menyeleksi ketat untuk mendapatkan dosen dan tenaga kependidikan yang benar-benar berkualitas, profesional dan punya integritas tinggi.

oleh Tim NewsDiperbarui 31 Mei 2025, 23:10 WIB
Proses seleksi calon dosen dan tenaga kependidikan Universitas Sunan Gresik. Total ada 2.500 orang yang mendaftar.

Liputan6.com, Jakarta - Antusias masyarakat untuk menjadi bagian dari civitas akademika Universitas Sunan Gresik (USG) sangat tinggi. Hal ini bisa dilihat dari proses seleksi calon dosen dan tenaga kependidikan, total ada 2.500 orang yang mendaftar.

Rektor USG Maskuri mengapresiasi antusiasme masyarakat yang luar biasa untuk menjadi bagian langsung dari pengembangan USG. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah pendaftar calon dosen dan tenaga kependidikan.

“Ini benar-benar di luar dugaan kami, sungguh luar biasa dan membuat semangat kami semakin tumbuh untuk mengembangkan USG,” tutur Maskuri, Sabtu (31/5/2025).

Namun, kata Maskuri, pihaknya harus melakukan seleksi secara ketat untuk mendapatkan dosen dan tenaga kependidikan yang benar-benar berkualitas, profesional, dan punya integritas tinggi.

“Kami menyeleksi dari 2.500 calon dosen dan tenaga kependidikan agar benar-benar terpilih dosen dengan standar kualitas tinggi,” katanya.

 

Libatkan Pakar Pendidikan

Untuk tahap pertama, tutur Maskuri, pihaknya melakukan seleksi guna memenuhi kebutuhan dosen pada 9 program studi (prodi). “Ini luar biasa karena dari kandidat yang mendaftar ternyata banyak calon dosen bergelar doktor,” urainya.

Mantan rektor Universitas Islam Malang (Unisma) ini mengatakan, untuk mendirikan perguruan tinggi dengan kualitas unggul, diperlukan persiapan matang, visi yang jelas, jaringan yang kuat, dan terutama tenaga dosen serta tenaga kependidikan yang benar-benar profesional, kreatif, inovatif dan tahan banting.

“USG yang sejak awal pendiriannya melibatkan para pakar pendidikan terbaik dari berbagai perguruan tinggi menyadari betul hal ini,” katanya.

Tes dosen dan tenaga kependidikan, kata Maskuri, dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama adalah tes psikologi dengan melibatkan para pakar dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Langkah ini dilakukan untuk mengukur dan mengevaluasi berbagai aspek psikologis seseorang, seperti kemampuan kognitif, kepribadian, kecenderungan emosional, dan perilaku.

 

Tes Calon Dosen

Berikutnya, dilakukan tes wawancara dan microteaching untuk mengetahui wawasan dan kapasitas para kandidat terutama di bidang akademik, serta komitmen dari para calon dosen dan tenaga kependidikan untuk membesarkan USG melalui lompatan yang tinggi.

“Semua ini kami lakukan karena kami menyadari, kualitas dan kapasitas SDM menjadi kunci utama dalam menjadikan Universitas Sunan Gresik sebagai perguruan tinggi yang kokoh, melesat dan mendunia,” kata Maskuri.

Saat ini, selain seleksi calon dosen dan tenaga kependidikan, USG juga sudah membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB). Ada 23 program studi dan 5 fakultas yang dibuka. Kelima fakultas tersebut yakni Fakultas Bisnis, Humaniora, dan Psikologi yang memiliki empat prodi yakni S1 Akuntansi, Hukum, Manajemen, dan S1 Psikologi.

 

Tawarkan Beasiswa

Kemudian, Fakultas Kesehatan dan Ilmu Alam yang memiliki empat prodi yakni D-3 Kebidanan, S1 Administrasi Rumah Sakit, S1 Biologi Terapan dan S1 Informatika Kesehatan. Ada pula Fakultas Teknologi dan Rekayasa dengan empat prodi yakni S1 Sistem Informasi, Teknologi Hasil Perikanan, Robotika dan Kecerdasan Buatan (AI), S1 Rekayasa Industri dan S1 Agroteknologi.

Berikutnya, Fakultas Vokasi dengan tiga jurusan yakni D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, D4 Manajemen Pelabuhan dan Logistik Maritim, serta D4 Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Pesawat Udara.

Kelima, Fakultas Keguruan dan Keagamaan Islam yang memiliki tujuh prodi, yakni S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), Bahasa Arab, Perbankan Syariah, Pendidikan Guru MI, Ekonomi Islam, Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

USG juga menawarkan beasiswa kuliah secara penuh melalui jalur Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan beasiswa kemitraan lainnya.

Infografis

kurikulum tiap era pemerintahan (liputan6.com/Triyasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya