UKM Esports UGM Wadahi Mahasiswa Hobi Nge-Game

Ekosistem Esports sekarang ini menjadi bagian dari budaya digital generasi muda. Kompetisi permainan video game secara online yang dimainkan oleh banyak orang ini membutuhkan kreativitas dan kemampuan motorik dalam ketangkasan kecepatan dan menganalisa jalannya permainan

oleh Yanuar HDiterbitkan 04 Juni 2025, 08:00 WIB
Ilustrasi bermain game di ponsel. (Foto: Business of Esports)

Liputan6.com, Yogyakarta - Berbagai aktivitas mahasiswa di kampus difasilitasi melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti halnya yang suka dengan dunia Esports. Widyastuti Purbani, Wakil Dekan Fakultas Filsafat UGM dan sekaligus Dosen Pembina UKM Esports UGM mengatakan UKM Esports UGM merupakan salah satu UKM yang adaptif.

“Unit Esports ini menjadi salah satu UKM mahasiswa yang paling adaptif dan relevan terhadap perkembangan zaman,” kata Widy, demikian ia akrab disapa dalam seminar Infinix AI – Campus Connect 2025 “Create Smarter, Work Faster”, mengupas peran Artificial Intelligence (AI) sebagai alat kreativitas dan refleksi etis yang digelar di Gedung Notonagoro, Fakultas Filsafat UGM, Rabu 27 Mei 2025.

Widy mengatakan soal olahraga video game ini Fakultas Filsafat memberikan perhatian juga perkembangan etika AI. Menurutnya, permainan video game ini menjadi titik temu yang menarik antara filsafat, teknologi, dan kreativitas.

"Banyak penelitian tugas akhir mahasiswa Filsafat yang sekarang mengangkat tema-tema AI dan Esports. Kami melihat ini sebagai ruang diskusi penting, agar teknologi tetap berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Widyastuti berhubungan UKM Esports UGM.

Nindya Rahmaningrum panitia kegiatan ini mengatakan diskusi yang melibatkan anggota UKM Esport dan mahasiswa ini untuk menambah pengetahuan mengenai pemanfaatan AI pada era ini. Bagaimana AI bisa relevan dengan kehidupan sehari-hari terutama untuk mahasiswa sebagai alat yang bisa digunakan untuk membantu pekerjaan sehari-hari sesuai dengan etik.

“Jadi, diskusi ini berguna buat nambah pengetahuan dari mahasiswa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan kerja sama Infinix dan UGM ini selain memperkenalkan teknologi canggih, juga mengajak peserta untuk berpikir kritis tentang bagaimana AI dapat digunakan secara bertanggung jawab dan bermakna. Kolaborasi antara industri, akademisi, dan komunitas mahasiswa ini membuktikan pentingnya sinergi dalam membentuk ekosistem AI yang etis dan kreatif di Indonesia.

“Sebagai penutup, kemeriahan acara dilengkapi dengan kompetisi Fun Match Mobile Legends yang menawarkan hadiah menarik bagi para pemenang,” ujarnya.

Selain mendapatkan informasi soal UKM Esports UGM, Rahmayasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik salah satu peserta seminar mengaku seminar ini sangat membantu para Gen-Z sebagai pengguna AI.

“Dari acara ini, kita bisa tahu etika penggunaan AI itu bagaimana, bahwa AI merupakan alat bantu bagi mahasiswa,” ungkapnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya