Liputan6.com, Jakarta - Dalam upaya terbarunya untuk menjadikan New York sebagai kota ramah kripto, Wali Kota New York, Eric Adams mengusulkan penerbitan obligasi kota yang didukung oleh Bitcoin.
Melansir Coinmarketcap, Senin (2/6/2025), langkah ini mendapat penolakan dari Pengawas Keuangan Kota New York, Brad Lander, yang menilai ide tersebut terlalu berisiko dan belum siap dari segi regulasi.
Advertisement
Wali Kota Adams dikenal sebagai sosok yang mendukung adopsi kripto dan teknologi blockchain. Ia ingin menerbitkan obligasi kota berbasis Bitcoin sebuah instrumen keuangan baru yang diharapkan bisa mendanai proyek-proyek kota dan sekaligus memantapkan posisi New York sebagai pusat inovasi digital.
Namun, gagasan ini ditolak oleh Brad Lander. Ia menyampaikan kekhawatiran terkait “volatilitas dan ketidakpastian regulasi” seputar mata uang kripto seperti Bitcoin.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Kekhawatiran terhadap Volatilitas dan Regulasi yang Belum Jelas
Lander menilai fluktuasi harga Bitcoin yang ekstrem bisa membahayakan stabilitas keuangan kota jika dijadikan dasar penerbitan obligasi. Ia menegaskan bahwa risiko tersebut terlalu besar untuk ditanggung oleh keuangan publik.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti belum jelasnya aturan hukum di tingkat federal terkait penggunaan kripto. Banyak lembaga nasional masih menyusun regulasi untuk mengintegrasikan mata uang digital ke sistem keuangan tradisional. “Ketidakpastian ini semakin mempersulit adopsi kripto secara resmi dalam pendanaan kota,” ungkapnya.
Adams Tetap Konsisten Dukung Ekosistem Kripto
Walau proposal obligasi Bitcoin ini ditolak, Wali Kota Adams belum mundur dari misinya. Ia terus mendorong pertumbuhan industri kripto di New York melalui berbagai inisiatif. Beberapa program yang sudah dijalankan termasuk menerima pembayaran dalam kripto untuk layanan tertentu, serta memperluas edukasi dan literasi tentang blockchain dan mata uang digital kepada masyarakat.
Penolakan terhadap obligasi Bitcoin bukan berarti New York menghentikan eksplorasi penggunaan kripto dalam keuangan publik. Justru, ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih hati-hati dan regulasi yang jelas sebelum teknologi ini digunakan secara resmi. Baik pendukung maupun pengkritik kripto kini menunggu bagaimana kota besar ini akan menavigasi perkembangan teknologi finansial di masa depan.