Liputan6.com, Hanoi - Jeju Air, yang menjadi sorotan publik setelah kecelakaan Penerbangan 2216 yang menewaskan 179 orang pada akhir tahun 2024, baru-baru ini kembali mengalami masalah ketika salah satu pesawatnya mengalami sedikit kesulitan saat mendarat di Bandara Internasional Da Nang di Vietnam, menurut laporan berita lokal pada tanggal 29 Mei.
Penerbangan Jeju Air 2217 dari Incheon, Korea Selatan keluar jalur sejenak saat mendarat di bandara pada 28 Mei sekitar pukul 12.50 dini hari waktu setempat. Pesawat yang membawa 183 penumpang itu segera kembali ke jalurnya dan tidak ada yang terluka, tetapi ban pada roda pendaratan rusak dalam proses tersebut.
Advertisement
Laporan The Straits Times yang dikutip Jumat (30/5/2025) menyebut pihak maskapai penerbangan mengganti ban di Da Nang dan mengerahkan pesawat pengganti dengan jenis yang sama – Boeing 737-800 – untuk penerbangan kembali.
Penerbangan kembali lepas landas pukul 16.08 pada hari yang sama dari Bandara Internasional Da Nang, 14 jam dan 38 menit lebih lambat dari jadwal semula.
Armada Jeju Air sebagian besar terdiri dari pesawat Boeing 737-800, yang juga merupakan model dari Penerbangan 2216 yang bernasib buruk.
Investigasi Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Vietnam
Penyelidikan
Pejabat dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti insiden tersebut.
Jeju Air, salah satu maskapai penerbangan berbiaya rendah terkemuka di Korea Selatan, mengalami pukulan telak ketika Penerbangan 2216 mendarat darurat di Bandara Internasional Muan di Provinsi Jeolla Selatan Korea Selatan pada 29 Desember 2024.
Pesawat itu melampaui landasan pacu dan menabrak tanggul yang membungkus struktur beton, yang menyebabkan ledakan yang menewaskan semua orang di dalamnya kecuali dua awak yang duduk di bagian belakang pesawat.
Kementerian Perhubungan telah mengonfirmasi adanya tabrakan burung pada setidaknya satu mesin, namun rincian pasti kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan.