V-Belt Motor Mulai Aus, Kenali Enam Tanda Bahayanya

V-Belt atau tali kipas jadi komponen yang cukup penting bagi model skuter matik (skutik). Seperti perangkat penting lainnya, V-Belt juga bisa mengalami masa kedaluwarsa, dan bisa putus jika sudah rusak

oleh Arief AszhariDiterbitkan 31 Mei 2025, 06:10 WIB
V-Belt Honda Beat sedang dibersihkan. (Herdi Muhardi)

Liputan6.com, Jakarta - V-Belt atau tali kipas jadi komponen yang cukup penting bagi sepeda motor jenis skuter matik (skutik). Seperti perangkat penting lainnya, V-Belt juga bisa mengalami masa kedaluwarsa, dan bisa putus jika sudah rusak. Oleh karena itu, V-Belt perlu diganti agar tetap berfungsi dengan baik. 

Komponen V-Belt berperan penting dalam sistem transmisi CVT. Seiring waktu dan pemakaian, V-Belt bisa aus, sehingga penting untuk menggantinya demi menjaga performa dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Lantas, apa saja tanda-tanda bahwa V-Belt perlu diganti? Berikut, enam (6) tanda V-Belt sudah harus diganti, seperti dilansir dari laman Wahana Honda:

1. Akselerasi Lemah / Motor Loyo

Motor terasa berat saat memutar gas, terutama saat menanjak atau membawa beban.

2. Getaran Saat Awal Jalan

Terasa getaran saat mulai jalan, bisa jadi karena V-Belt tidak menempel sempurna akibat aus atau getas.

3. Bunyi Berdecit / Berisik dari CVT

Suara mendecit atau bunyi kasar dari area CVT bisa menjadi tanda V-Belt yang aus atau mulai rusak.

4. Tarikan Tidak Stabil

Saat akselerasi terasa tersendat-sendat atau tarikan tidak mulus.

5. V-Belt Retak atau Tipis (Secara Visual)

Jika dibuka dan diperiksa, V-Belt yang sudah retak-retak, getas, atau tampak tipis harus segera diganti.

6. Sudah Melewati Umur Pakai (Km)

Umur ideal V-Belt sekitar 20.000 - 25.000 km, tergantung pemakaian. Jika sudah melewati jarak tersebut, sebaiknya segera diganti meski belum menunjukkan gejala.

Risiko Putus Mendadak di Jalan

Jangan anggap sepele kondisi V-Belt. Kalau sudah retak atau aus dan terus dipakai, V-Belt bisa putus mendadak saat motor sedang melaju.

Motor bisa langsung kehilangan tenaga dan berhenti seketika. Bayangkan jika ini terjadi saat kamu menyalip kendaraan lain atau berada di tanjakan—bahaya banget, kan?

Untuk diketahui, V-Belt yang dibiarkan rusak juga bisa menimbulkan masalah lanjutan. Roller, rumah CVT, hingga kampas kopling bisa ikut bermasalah. Alhasil, biaya perbaikannya pun jadi makin mahal.

Jadi, rutin mengecek dan mengganti V-Belt bukan cuma soal merawat motor, tapi juga bentuk kepedulian kamu terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Saat mengganti V-Belt, sebaiknya cek juga roller, kampas kopling, dan oli gear CVT. Pastikan untuk selalu menggunakan V-Belt original (OEM) agar lebih awet dan sesuai dengan spesifikasi skutik kesayangan kamu.

Motor listrik lebih murah dalam perawatan, tapi tidak untuk baterai. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya