Direksi Asia Pacific Fibers Mundur

Mundurnya salah satu direksi Asia Pasific Fibers tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, dan kondisi keuangan.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 30 Mei 2025, 16:00 WIB
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY), perusahaan yang bergerak di bidang industri serat sintetis, mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota direksi. Dalam laporan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 29 Mei 2025, Asia Pacific Fibers menyatakan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Seeniappa Jegatheesan sebagai Direktur Perseroan.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/5/2025), surat pengunduran diri tersebut bertanggal 27 Mei 2025, dan akan dimintakan persetujuan resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 30 Juni 2025.

Pihak manajemen menyampaikan bahwa peristiwa ini tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun keberlangsungan usaha perusahaan. Dengan demikian, roda bisnis Asia Pacific Fibers tetap berjalan seperti biasa.

PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) adalah produsen dan penjual chip poliester, serat, dan benang filamen yang berlokasi di Indonesia, khususnya di Semarang dan Karawang. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen terkemuka dalam industri tekstil, khususnya benang filamen poliester.

 

Prediksi Gerak IHSG pada Juni 20255

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat secara moderat pada Juni 2025. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyatakan tren historis penguatan IHSG di bulan Juni masih berpotensi terulang tahun ini, didukung sejumlah katalis positif baik dari dalam maupun luar negeri.

“Hal tersebut masih bisa terwujud, dengan prediksi IHSG akan bergerak sideways cenderung menguat pada Juni 2025, dalam rentang 7.000–7.300, dengan kecenderungan menembus resistance 7.300 apabila terus ditopang oleh net buy asing, stimulus domestik, dan stabilitas nilai tukar,” ujar Liza, ditulis Jumat (30/5/2025).

Ia juga menambahkan kombinasi dari window dressing akhir semester serta aksi investor yang mulai memposisikan portofolionya menjelang laporan keuangan kuartal II bisa menjadi katalis tambahan yang signifikan.

“Window dressing akhir semester dan positioning menuju laporan keuangan kuartal II bisa menjadi katalis tambahan,” katanya.

 

Sentimen Penggerak IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 61,43 poin atau 0,86% ke level 7.195,71. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Secara umum, sentimen penggerak IHSG pada Juni 2025 mencakup stimulus pemerintah, penurunan bunga penjaminan LPS, pemangkasan BI Rate, serta ekspektasi dovish dari The Fed.

Di sisi lain, risiko global tetap perlu dicermati, terutama dari dinamika tarif dagang AS dan ketegangan geopolitik.

Dengan Rupiah yang berpotensi menguat ke level Rp16.000/USD dan aliran dana asing yang mulai kembali, pelaku pasar diimbau untuk mencermati rotasi sektor dan tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi gejolak eksternal.     

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya