Kritik Halus untuk Arsenal: Harusnya Lebih Banyak Gelar di Era Arteta

Thierry Henry, legenda Arsenal, menyatakan bahwa klub seharusnya meraih lebih banyak prestasi dalam tiga musim terakhir di bawah Mikel Arteta.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 30 Mei 2025, 06:10 WIB
Pelatih Kepala Arsenal, Mikel Arteta memberikan tepuk tangan setelah laga leg pertama Liga Europa 2022/2023 melawan Sporting CP di Jose Alvalade Stadium, Lisbon, Jumat (10/03/2023) dini hari WIB. Laga berakhir dengan skor imbang 2-2. (AP Photo/Armando Franca)

Liputan6.com, Jakarta Thierry Henry, legenda Arsenal, menyatakan bahwa klub seharusnya meraih lebih banyak prestasi dalam tiga musim terakhir di bawah Mikel Arteta. Meski mengapresiasi kerja keras manajer asal Spanyol itu, Henry menilai The Gunners belum memenuhi ekspektasi, terutama dalam kompetisi piala.

Arteta, yang menangani Arsenal sejak Desember 2019, sukses membawa tim bersaing di puncak klasemen Liga Premier tiga musim beruntun. Namun, mereka selalu finis sebagai runner-up dan gagal mencapai final turnamen apa pun sejak terakhir menjuarai Piala FA di musim pertamanya.

Henry, pencetak 228 gol untuk Arsenal, mengakui Arteta butuh waktu untuk membangun tim. Namun, ia menegaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir, seharusnya Arsenal bisa memenangkan setidaknya satu piala atau mencapai final.


Harusnya Arsenal Lebih Produktif di Piala Liga

Gelandang Arsenal asal Spanyol #23, Mikel Merino, merayakan gol keduanya dalam pertandingan Liga Primer Inggris antara Leicester City dan Arsenal di Stadion King Power di Leicester, Inggris bagian tengah pada tanggal 15 Februari 2025. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Henry mengungkapkan bahwa meski manajer memerlukan waktu untuk membentuk tim ideal, Arsenal seharusnya sudah meraih lebih banyak trofi. Ia mencontohkan Manchester United yang, meski performa buruk di liga, tetap konsisten di ajang piala dengan lima final dan dua gelar sejak 2020.

Legenda Prancis itu menekankan bahwa pertanyaan publik tentang kurangnya gelar Arsenal adalah wajar. "Saya tidak bilang ini mengecewakan, tapi wajar jika orang mempertanyakan pencapaian tim," ujarnya dalam podcast Stick to Football.

Ia juga menyoroti bahwa meski Arteta sudah membawa Arsenal bersaing di puncak liga, kegagalan meraih trofi adalah celah yang perlu diperbaiki. Tanpa kemenangan atau final dalam tiga tahun, tekanan pada Arteta semakin besar.


Striker Jadi Kebutuhan Utama Arsenal

Gelandang Arsenal asal Inggris #41, Declan Rice (tengah), bereaksi saat penjaga gawang Paris Saint-Germain asal Italia #01, Gianluigi Donnarumma (kanan), dan bek Arsenal asal Inggris #04, Ben White (kedua dari kanan), berjabat tangan di akhir pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal di stadion Parc des Princes di Paris, Kamis dini hari WIB (8-5-2025). (Thomas SAMSON/AFP)

Henry menyebut salah satu masalah utama Arsenal adalah ketiadaan striker murni. Musim ini, Arteta hanya mengandalkan Kai Havertz dan Gabriel Jesus, yang kerap cedera, serta Leandro Trossard sebagai solusi darurat.

The Athletic melaporkan Arsenal tertarik pada sejumlah penyerang seperti Viktor Gyokeres (Sporting CP), Alexander Isak (Newcastle United), dan Benjamin Sesko (RB Leipzig). Henry menegaskan, "Semua orang tahu Arsenal butuh striker, tapi sampai sekarang belum terwujud."

Meski mendukung Arteta, Henry mengingatkan bahwa tanpa penyerang kelas dunia, Arsenal akan kesulitan bersaing di berbagai front. "Saya bukan pelatih, tapi semua orang sudah berteriak butuh striker," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya