Liputan6.com, Bangkalan - Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban milik warga Pulau Madura seharga Rp 90 juta. Sapi berjenis Simmental Cross seberat 1,6 ton itu milik Jamil Achmadi, warga Desa Katol Timur, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Advertisement
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bangkalan, Iskandar Ahadiyat, menjelaskan bahwa pembelian sapi ini dilakukan atas permintaan Sekretariat Negara (Setneg) dan Ditjen Peternakan Kementerian Pertanian. Tim dari kedua lembaga negara ini memberikan kriteria khusus, yaitu berat minimal 800 kg dan kondisi kesehatan yang prima.
Setelah melalui proses pendataan dan pemeriksaan dokter hewan, sapi milik Jamil terpilih karena melebihi kriteria yang ditetapkan. "Kami diminta mencari sapi minimal 800 kg, tetapi yang kami dapatkan mencapai 1,6 ton," ujar Iskandar.
Selain sapi tersebut, pemerintah juga meminta Disnak Bangkalan menyiapkan tiga sapi tambahan dengan bobot 700–900 kg untuk dibagikan ke pondok pesantren. Proses pencarian masih berlangsung, tetapi pihak dinas telah memulai penjaringan calon hewan kurban.
Perawatan dan Persiapan Sapi Kurban
Guna memastikan sapi dalam kondisi sehat hingga hari penyembelihan, Dinas Peternakan Bangkalan melakukan sejumlah langkah perawatan intensif. Menurut Iskandar sapi tersebut diberi suntikan anti-cacing, pakan konsentrat bernutrisi tinggi, serta rumput gajah (red napier) untuk menjaga stamina. Petugas juga rutin memantau kesehatan sapi dan mencatat perkembangannya setiap hari. "Kami pastikan hewan ini tetap bugar hingga tiba waktunya dikurbankan," kata Iskandar.
Sapi bernama Bimo itu rencananya akan dikirim ke Masjid Pemerintah Kabupaten Bangkalan sehari sebelum Iduladha. Nantinya, daging akan dibagikan kepada masyarakat melalui sistem kupon agar pendistribusian berjalan lancar.
Kebahagiaan Pemilik Sapi
Jamil Achmadi, pemilik sapi, menyatakan bahwa dia tidak menyangka sapinya akan dibeli langsung oleh Presiden Prabowo. Awalnya, ia sempat ragu ketika ada yang mengaku sebagai perwakilan Setneg, tetapi keraguan itu hilang setelah petugas resmi datang memeriksa sapi miliknya. "Awalnya saya kira cuma orang iseng, ngaku-ngaku dari Setneg. Sekarang musim seperti itu, mengaku dari pejabat ternyata bukan," kata Jamil.
Proses tawar-menawar harga berjalan lancar, Jamil memasang harga Rp 95 juta. Setelah dipotong pajak, harga akhir disepakati Rp90 juta, termasuk biaya perawatan dan pengiriman. "Alhamdulillah, saya sangat senang sapi ini bisa dibeli oleh presiden dan dagingnya nanti bisa dinikmati oleh masyarakat Bangkalan," tutur dia.