Para pengungsi Palestina mengangkut kantong-kantong bantuan makanan setelah menyerbu gudang Program Pangan Dunia di Deir el-Balah di Jalur Gaza tengah pada 28 Mei 2025. (Eyad BABA/AFP)
Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang baru dibentuk Amerika Serikat (AS) dan Israel mulai mendistribusikan makanan. (Eyad BABA/AFP)
Seperti yang dikhawatirkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sejumlah lembaga kemanusiaan internasional, pembagian makanan untuk warga Gaza yang kelaparan itu berlangsung ricuh. (Eyad BABA/AFP)
Dilaporkan, empat orang tewas dan 47 lainnya terluka ketika ribuan warga Palestina menyerbu sebuah gudang milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Gaza. (Eyad BABA/AFP)
Otoritas kesehatan Gaza melaporkan dua orang tewas terinjak dan dua lainnya meninggal karena luka tembak setelah kerumunan massa memaksa masuk ke gudang milik Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) di Deir al-Balah pada Rabu (28/5/2025) sore. (Eyad BABA/AFP)
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 28 Mei 2025 mengutuk sistem bantuan yang didukung Amerika Serikat (AS) di Gaza menyusul kekacauan distribusi makanan. (Eyad BABA/AFP)
Kantor media Gaza yang dikelola Hamas mengkritik distribusi bantuan tersebut sebagai kegagalan besar. (Eyad BABA/AFP)
Mereka menuding Israel telah mengeksploitasi bantuan kemanusiaan untuk kepentingan politik dan mengejar strategi kelaparan sistematis. (Eyad BABA/AFP)
Seperti diketahui, Israel telah melonggarkan blokade penuh—yang diberlakukan sejak Maret 2025—dengan mengizinkan pasokan makanan masuk sedikit demi sedikit ke wilayah Gaza yang dimulai pada pekan lalu. (Eyad BABA/AFP)
Di sisi lain, otoritas kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas melaporkan jumlah korban tewas Palestina sejak dimulainya konflik antara Israel dan Hamas pada 7 Oktober 2023 terus meningkat, saat ini telah melampaui 54.000 orang. (Eyad BABA/AFP)