Liputan6.com, Jakarta - Sekolah pemimpin muda Aceh sampai Papua menggelar Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) di Jakarta. Kegiatan yang sudah berjalan sejak tahun 2011 kini telah memasuki angkatan kesepuluh. Tahun ini, sebanyak 37 pemimpin muda dari berbagai daerah di Indonesia hadir.
Course Leader KBFP, Dimas Oky Nugroho mengatakan, tujuan pelatihan singkat dan pertemuan pemimpin muda ini untuk mempersiapkan generasi-generasi muda Indonesia sebagai calon pemimpin publik.
Advertisement
"Tidak hanya pemerintah, kita semua harus lebih serius dan saling bekerja sama mempersiapkan kapasitas dan integritas anak-anak muda untuk menjadi pemimpin publik dan memimpin di berbagai sektor," kata Dimas dalam keterangannya, Rabu 28 Mei 2025.
Para alumni KBFP disebut telah membentuk sekitar seribu lebih jejaring pemimpin muda nasional dan berkiprah di berbagai bidang, mulai dari menteri, kepala daerah, anggota legislatif, pemimpin kampus, media, hingga organisasi masyarakat sipil.
"Prinsip kita adalah mengumpulkan para pemimpin muda dalam satu semangat besar. Mari mencintai dan membangun negara ini secara guyub dan produktif," jelasnya.
"Di era geopolitik dan ekonomi global saat ini, Indonesia butuh anak-anak bangsa yang berkarakter, bervisi, dan berinisiatif baik," sambungnya.
Selaras dengan Visi Presiden
Kegiatan ini turut mendapat sambutan positif dari Staf Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan. Menurutnya, program KBFP selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul.
“Presiden Prabowo berkomitmen menghadirkan sekolah-sekolah unggul di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi besar peningkatan SDM nasional,” ujar Dirgayuza.
Sementara Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan RI, Budiman Sudjatmiko, menyatakan pentingnya para pemimpin muda untuk terlibat dalam berbagai kegiatan positif yang mampu mendorong upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Para pemuda Indonesia dari mulai tingkat desa sampai kota, daerah dan nasional, harus memahami dan mengikuti perkembangan teknologi dalam upaya mendorong perekonomian, menurunkan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan. Peningkatan SDM dan khususnya bagi para pemimpin muda, membaca perkembangan zaman menjadi sangat penting sehingga kita tidak menjadi bangsa yang tertinggal oleh transformasi zaman," ujarnya.