Peluang Gores Sejarah, Ambisi PSG dan Luis Enrique Jadi Treble Winners di Final Liga Champions

Hanya dalam 10 kesempatan klub sepak bola menjadi treble winners dengan menjuarai liga domestik, piala domestik utama, dan Liga Champions dalam satu musim. Jelang final Liga Champions 2024/2025 kontra Inter Milan di Allianz Arena, Minggu (1/6/2025), Paris Saint-Germain berkesempatan masuk kelompok elite tersebut.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 29 Mei 2025, 20:40 WIB
Para pemain Paris Saint-Germain (PSG) merayakan kemenangan mereka pada akhir pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions 2024/2025 melawan Arsenal di Stadion Parc des Princes, Paris, pada 7 Mei 2025 waktu setempat atau Kamis (8/5/2025) dini hari WIB. (FRANCK FIFE/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Hanya dalam 10 kesempatan klub sepak bola menjadi treble winners dengan menjuarai liga domestik, piala domestik utama, dan Liga Champions dalam satu musim. Jelang final Liga Champions 2024/2025 kontra Inter Milan di Allianz Arena, Minggu (1/6/2025), Paris Saint-Germain berkesempatan masuk kelompok elite tersebut.

PSG sudah memastikan gelar Ligue 1 beberapa waktu lalu. Pasukan Luis Enrique lalu menang mudah 3-0 atas Reims di final Piala Prancis pada 24 Mei untuk memastikan gelar ganda domestik.

Kini mereka di ambang sejarah. Jika mampu membekuk Inter Milan akhir pekan nanti, mereka akan menorehkan prestasi prestisius berupa status treble winners.

Bukan cuma itu, Luis Enrique juga mencatatkan diri sebagai pelatih kedua yang meraih treble pada dua kesempatan berbeda. Sebelumnya dia sukses bersama Barcelona pada 2014/2015.

Saat ini, hanya Pep Guardiola yang pernah meraih treble dua kali, yaitu bersama Barcelona (2008/2009) dan Manchester City (2022/2023).


Fenomena Treble Winners

Marco Materazzi (tengah) sukses menjuarai Liga Champions dalam raihan gelar treble winner bersama Inter Milan di musim 2009/10. Sebelumnya, Materazzi pernah menjalani periode buruk di Liga Inggris bersama Everton. Ia mendapatkan 3 kartu merah dan 11 kartu kuning dalam 33 laga. (AFP/Christophe Simon)

Sudah ada 10 kesempatan hadirnya treble winners, dengan Barcelona dan Bayern Munchen melakukannya dua kali. Sempat menjadi fenomena langka, status treble winners belakangan kerap tercipta. 

Ada enam treble winners yang muncul kurang dari dua dekade terakhir. Sebagai perbandingan, empat momen treble winners sebelumnya memakan waktu 32 tahun. Berikut daftar treble winners:

Musim-Klub

1966/67: Celtic

1971/72: Ajax

1987/88: PSV Eindhoven

1998/99: Manchester United

2008/09: Barcelona

2009/10: Inter Milan

2012/13: Bayern Munchen

2014/15: Barcelona

2019/20: Bayern Munchen

2022/23: Manchester City


Prestasi Langka Quadruple Winners

Ilustrasi logo dan trofi Liga Champions. (AFP/Valery Hache)

Selain treble winners, sepak bola Eropa juga sempat menyaksikan momen bersejarah berupa kesuksesan klub menguasai empat trofi alias quadruple dalam semusim. Celtic melakukannya pada 1966/1997. Selain tiga kompetisi yang sudah disebut, klub berbasis Glasgow, Skotlandia, itu turut menguasai trofi domestik kedua alias Piala Liga.

Hampir dipastikan capaian mereka sulit diulangi. Pasalnya, tidak semua tidak semua negara menggelar Piala Liga. Hingga kini hanya Skotlandia, Inggris dan Portugal yang masih rutin menggelar ajang tersebut.

Sedangkan Prancis mencoret turnamen itu sejak 2020.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya