Makna Lagu The Ballad of John and Yoko dari The Beatles: Pernikahan, Kontroversi dan Aksi Damai di 1 Lagu

The Ballad of John and Yoko dari The Beatles memiliki makna lagu yang bukan sekadar menyorot pernikahan John Lennon dan Yoko Ono, namun ada hal menarik lainnya. Seperti apa itu? Simak selengkapnya.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 29 Mei 2025, 09:00 WIB
John Lennon dan Yoko Ono di Amsterdam pada 1969. (Sumber Wikimedia Commons)

Liputan6.com, Jakarta Dirilis pada Mei 1969, "The Ballad of John and Yoko" salah satu lagu ikonis The Beatles yang memuat kisah nyata penuh cinta, kontroversi, dan aktivisme.

Ditulis John Lennon dan dikreditkan sebagai hasil kerja sama Lennon–McCartney, makna lagu ini merekam secara detail seputar pernikahan John Lennon dengan Yoko Ono serta momen-momen bulan madu mereka yang tidak biasa.

Walaupun berjudul “ballad”, lagu ini sebenarnya memiliki tempo cepat dan nuansa musik rock yang kuat. Lennon menyusun lirik saat berbulan madu dengan Yoko di Paris.

Lagu ini direkam secara spontan bersama Paul McCartney hanya beberapa jam setelah ditulis, tepatnya pada 14 April 1969, tanpa kehadiran George Harrison maupun Ringo Starr. Hanya dalam sembilan jam, lagu ini selesai direkam dan langsung di-mixing untuk rilis.

 


Kisah di Balik Pernikahan yang Tak Lazim

Rupanya, beberapa penyanyi ternama dunia ini tewas ditembak. Siapa saja mereka? (AP Files)

Cerita dalam lagu ini berawal dari keputusan mendadak John dan Yoko untuk menikah, hanya dua hari setelah Paul McCartney menikahi Linda Eastman. Awalnya, mereka mencoba untuk menikah di laut, tapi aturan hukum membuat rencana itu gagal.

Rencana ke Paris pun batal karena birokrasi rumit, hingga akhirnya mereka menikah di Gibraltar, wilayah protektorat Inggris, 20 Maret 1969. Lennon memilih lokasi tersebut karena statusnya sebagai warga negara Inggris.

Usai menikah, pasangan ini terbang ke Amsterdam dan menggelar aksi damai yang mereka sebut “Bed-In” di kamar hotel di Hilton Amsterdam. John dan Yoko mengundang media bukan sekadar untuk wawancara, melainkan menyaksikan mereka melakukan protes terhadap perang dari tempat tidur.

Aksi ini bagian dari gerakan damai mereka yang juga mencakup konsep “bagism”, sebuah sindiran terhadap prasangka dan stereotip sosial.

 

 


Kontroversi Lirik dan Reaksi Publik

Personil The Beatles George Harrison, Paul McCartney, John Lennon dan Ringo Starr menunjukkan medali yang diberikan Ratu Elizabeth II dalam sebuah upacara di Istana Buckingham di London, Inggris pada 26 Oktober 1965. (AP Photo, File)

Salah satu baris paling kontroversial dalam lagu ini berbunyi, “Christ, you know it ain't easy.” Referensi langsung kepada Kristus ini mengingatkan publik pada pernyataan Lennon yang kontroversial pada 1966 bahwa The Beatles “lebih populer daripada Yesus.”

Akibatnya, lagu ini dilarang tayang di sejumlah stasiun radio di Amerika Serikat dan bahkan oleh BBC di Inggris. Kendati menuai kontroversi, lagu ini tetap mendapat tempat di hati penggemar.

Lanjut Baca:

Di Inggris, "The Ballad of John and Yoko" menjadi single ke-17 The Beatles yang menduduki peringkat satu tangga lagu, dan jadi yang terakhir sebelum “Now and Then” dirilis pada 2023.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya