Mantan Buka Suara: Cerita tentang Masa-masa Sulitnya di Real Madrid

Dia bergabung dengan Madrid pada 2012, tapi lebih sering menjadi pemain cadangan. Kesempatan tampil secara rutin pun selalu terbatas hingga akhirnya dia hengkang pada 2023.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 28 Mei 2025, 15:45 WIB
Mariano Diaz. Dipulangkan Real Madrid dari Olympique Lyon pada awal musim 2018/2019 setelah tampil mengesankan dalam 2 musim di Liga Prancis. Nyatanya, penampilannya tak sesuai harapan akibat sering dilanda cedera. Musim ini ia baru bermain 1 kali di LaLiga. (AFP/Javier Soriano)

Liputan6.com, Jakarta Mariano Diaz akhirnya angkat bicara tentang perjalanannya di Real Madrid. Striker berusia 31 tahun itu mengaku kesulitan mendapatkan tempat di tim utama selama bermain untuk Los Blancos.

Dia bergabung dengan Madrid pada 2012, tapi lebih sering menjadi pemain cadangan. Kesempatan tampil secara rutin pun selalu terbatas hingga akhirnya dia hengkang pada 2023.

Dalam wawancara dengan El Chiringuito TV, Mariano mengungkapkan alasan di balik minimnya kesempatan bermain. Salah satunya adalah kehadiran Karim Benzema, yang saat itu sedang berada di puncak performa.


Benzema sang Penghalang Utama

Selain Karim Benzema, Real Madrid juga mengumumkan kepergian tiga pemain lain yaitu Marco Asensio, Eden Hazard, dan Mariano Diaz. Mereka juga dilempar ke udara oleh rekan setimnya setelah laga usai. (AP Photo/Bernat Armangue)

Mariano dengan jujur mengakui bahwa persaingan dengan Benzema menjadi faktor terbesar. Striker asal Prancis itu selalu menjadi pilihan utama pelatih, menyisakan sedikit ruang baginya.

"Dia (Benzema) bermain di level sangat tinggi, mungkin tidak ada tempat untuk saya," ujar Mariano. "Tim juga tidak bermain dengan dua striker, jadi posisi itu selalu milik Benzema."

Pengakuan ini menunjukkan betapa beratnya bersaing dengan salah satu striker terbaik dunia. Meski sesekali menunjukkan kualitas, Mariano tak pernah mendapat kesempatan konsisten untuk membuktikan diri.


Kenapa Mariano Memilih Bertahan?

Para pemain Real Madrid merayakan gol yang dicetak oleh Mariano Diaz ke gawang AS Roma pada laga Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (19/9/2018). Real Madrid menang 3-0 atas AS Roma. (AP/Manu Fernandez)

Meski jarang bermain, Mariano memilih bertahan di Madrid dalam waktu lama. Alasannya sederhana: memenuhi mimpi masa kecilnya bermain untuk klub yang dicintainya.

"Awalnya, bergabung dengan Real Madrid adalah mimpi saya. Sangat sulit mencapai level ini," katanya. "Saya terus berlatih setiap hari, meyakinkan diri bahwa saya bisa."

Namun, di tahun-tahun terakhir, dia sempat berusaha pindah. Sayangnya, tidak ada tawaran yang sesuai dengan keinginannya, meski gajinya lebih besar.


Mariano: Bukan Soal Uang, tapi Proyek yang Tepat

Mariano Diaz resmi kembali ke Real Madrid dan akan mengenakan nomor punggung 7. (AFP/Benjamin Cremel)

Mariano mengaku sempat mendapat tawaran menggiurkan dari Qatar, Turki, dan Arab Saudi. Namun, dia menolak karena faktor olahraga lebih penting daripada finansial.

"Ini bukan masalah uang. Ada tawaran dengan bayaran lebih tinggi, tapi secara olahraga tidak cocok," tegasnya.

Bagi Mariano, kesempatan bermain dan proyek tim lebih berarti. Dia memilih bertahan di Madrid dengan harapan suatu saat bisa bersinar, meski akhirnya harus pergi tanpa meraih tempat tetap.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya