Awan Mendung di Langit Inter Miami: Ketika Punggung Lionel Messi Tak Bisa Gendong Tim Lebih Jauh

Langit Florida tampak kelabu bagi Inter Miami. Di musim 2025 ini, tim glamor Major League Soccer (MLS) itu tengah berjalan limbung.

oleh Asad ArifinDiperbarui 28 Mei 2025, 14:24 WIB
Pemain Inter Miami, Jordi Alba merayakan golnya bersama Lionel Messi dan Luis Suarez pada laga leg pertama semifinal Wilayah Timur Piala Major League Soccer (MLS) Amerika melawan Atlanta United yang berlangsung di Chase Stadium, Fort Lauderdale, Florida, Sabtu (26/10/2024) WIB. (AFP/Rich Storry)

Liputan6.com, Jakarta Langit Florida tampak kelabu bagi Inter Miami. Di musim 2025 ini, tim glamor Major League Soccer (MLS) itu tengah berjalan limbung. Nama besar seperti Lionel Messi dan Luis Suarez tak cukup untuk menahan derasnya badai.

Kini, awan mendung menggantung di atas kepala Javier Mascherano, pelatih kepala yang baru saja merasakan pahitnya tekanan sebagai juru taktik utama. Mascherano, menurut sumber ESPN, kini duduk di kursi yang panas.

Inter Miami hanya mampu memetik satu kemenangan dalam delapan laga terakhir di MLS. Lebih parah lagi, mereka kebobolan 23 gol dalam periode tersebut—rataan hampir tiga gol per pertandingan. Hasil ini membuat mereka tercecer ke posisi ketujuh klasemen Wilayah Timur.

Tak berhenti di situ, Inter Miami juga harus mengubur mimpi mereka di pentas internasional. Kiprah mereka di Piala Champions Concacaf terhenti menyakitkan setelah disingkirkan Vancouver bulan lalu. Ini jelas tamparan keras bagi Inter Miami.


Lionel Messi Tetap Jadi Lilin dalam Gelap

Lionel Messi dalam pertandingan leg pertama Piala Champions Concacaf 2025 antara Sporting Kansas City dan Inter Miami di Sporting Park pada 19 Februari 2025 di Kansas City, Kansas. (Bola.com/X Inter Miami CF)

Di tengah performa kolektif yang menurun, Lionel Messi tetap tampil sebagai pemain paling konsisten. Sang megabintang telah mengemas enam gol dari 11 penampilannya musim ini. Ia bukan hanya simbol, tapi juga sumber inspirasi di lapangan.

Namun, Messi bukan penyelamat tunggal. Di usia yang sudah tak lagi muda, ia butuh dukungan sepadan dari lini lain. Sayangnya, Luis Suarez yang seharusnya menjadi tandem maut Messi justru masih kesulitan menemukan ketajamannya.

Dari 11 pertandingan yang ia lakoni, baru dua gol yang bisa disumbangkan. Cedera dan kebugaran jadi dua tantangan utama yang meredam dampak Suarez musim ini. Eks pemain Liverpool itu mulai jarang bermain secara penuh dan memberi kontribusi layaknya musim lalu.


Javier Mascherano Pasang Badan

Javier Mascherano, pelatih Inter Miami. (Bola.com/Intermiamicf)

Javier Mascherano, yang mengawali karier kepelatihannya di Inter Miami dengan ekspektasi besar, kini berada dalam sorotan. Namun, alih-alih menyalahkan pemain atau faktor eksternal, pria Argentina itu memilih menanggung seluruh beban di pundaknya.

"Kami perlu bermain dengan bebas, bukan hanya saat kami tertinggal dua gol. Kami dapat melakukannya sejak menit nol, itulah pesan yang ingin saya sampaikan," kata Mascherano dikutip dari ESPN.

"Saya bertanggung jawab di sini, kalian hanya bermain sepak bola dan jangan takut pada apa pun. Pada akhirnya, ini adalah permainan. Sepak bola adalah permainan. Kami harus memainkannya. Jika kami mulai membatasi diri, itu akan sangat sulit. Jadi, cobalah untuk menyampaikan pesan ketenangan itu," sambungnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya