Romeo Lavia Absen di Final Conference League: Aturan UEFA Jadi Penghalang

Chelsea menghadapi sedikit masalah jelang final UEFA Conference League melawan Real Betis. Gelandang muda Romeo Lavia dipastikan tidak bisa tampil dalam laga krusial itu.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 28 Mei 2025, 12:22 WIB
Gelandang Chelsea asal Belgia, Romeo Lavia (kiri) menjadi pemain termuda yang diturunkan The Blues saat menang 2-1 atas Crystal Palace. Umurnya baru menginjak 19 tahun, 11 bulan dan 21 hari dalam laga tersebut. Dalam laga debutnya bersama Chelsea di Premier League sekaligus di semua ajang tersebut ia bermain selama 32 menit setelah baru dimasukkan pada menit ke-58 menggantikan Ian Maatsen. (AFP/Glyn Kirk)

Liputan6.com, Jakarta Chelsea menghadapi sedikit masalah jelang final UEFA Conference League melawan Real Betis. Gelandang muda Romeo Lavia dipastikan tidak bisa tampil dalam laga krusial itu.

Nama Lavia tidak masuk dalam daftar pemain List A yang telah diserahkan Chelsea ke UEFA sejak awal kompetisi. Peraturan menyatakan bahwa daftar tersebut tidak bisa diubah setelah pendaftaran ditutup.

Ada celah untuk mendaftarkan pemain tambahan melalui List B, yang bisa diajukan paling lambat pukul 06.00 WIB sehari sebelum pertandingan. Sayangnya, Lavia tidak memenuhi seluruh persyaratan administratif yang diminta UEFA.

Pelatih Enzo Maresca kini harus menyusun strategi tanpa gelandang muda berbakat tersebut. Kondisi ini tentu bisa mempengaruhi komposisi lini tengah Chelsea.


Penyebab Romeo Lavia Tidak Memenuhi Syarat UEFA

Para pemain Chelsea menyambut gol Noni Madueke ke gawang Legia Warsawa saat kedua tim saling berhadapan pada leg 1 perempat final UEFA Conference League 2024/2025, Jumat (11/4/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Czarek Sokolowski)

UEFA membagi pendaftaran pemain ke dalam dua kategori utama, yakni List A dan List B. List A berisi pemain inti dan harus dikirimkan sebelum kompetisi dimulai.

Sementara List B dikhususkan untuk pemain muda dan dapat diperbarui sepanjang musim. Pemain harus lahir setelah 1 Januari 2003 dan telah dua tahun terdaftar secara penuh di klub yang bersangkutan.

Romeo Lavia lahir pada 6 Januari 2004, sehingga lolos dari segi usia. Namun, ia baru bergabung dengan Chelsea pada Agustus 2023, sehingga belum cukup lama berada di klub untuk memenuhi syarat durasi.

Ia juga tidak memenuhi total masa aktif di Manchester City dan Southampton, dua klub sebelumnya yang masih satu asosiasi dengan Chelsea. Oleh karena itu, UEFA menyatakan ia tidak layak masuk List B.


Dampak Absennya Lavia dan Rencana Maresca

Pelatih kepala Chelsea asal Italia, Enzo Maresca, memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Fulham dan Chelsea di Craven Cottage di London pada tanggal 20 April 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Dengan tidak adanya Lavia, Maresca diprediksi akan kembali memakai trio lini tengah andalannya. Moises Caicedo dan Enzo Fernandez akan menjadi poros ganda, dengan Cole Palmer sebagai gelandang serang.

Formasi ini sudah digunakan dalam laga terakhir Liga Inggris saat Chelsea menang 1-0 atas Nottingham Forest. Lavia hanya turun sebagai pemain pengganti menggantikan Jadon Sancho di menit ke-62.

Lavia sendiri baru mencatatkan 18 penampilan musim ini di semua kompetisi, dengan 12 di antaranya sebagai starter. Ia juga sempat melewatkan 17 laga liga karena mengalami cedera otot dan pergelangan kaki.

Didatangkan dengan harga awal £58 juta (sekitar Rp1,24 triliun), pemain Belgia ini masih belum menunjukkan konsistensi. Ia kini hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya berjuang merebut gelar dari bangku cadangan.

Sumber: talkSPORT


Jadwal Final UEFA Conference League

Pemain Real Betis berlatih jelang final Europa Conference League kontra Chelsea di Wroclaw, Polandia, Selasa, 27 Mei 2025. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Pertandingan: Real Betis vs Chelsea

Venue: Wroclaw, Polandia

Waktu: Kamis, 29 Mei 2025

Jam kick off: 02.00 WIB

Live streaming: Vidio

Link streaming: Klik tautan ini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya