Tembakan Israel Picu Kericuhan saat Warga Gaza Serbu Pusat Bantuan Kemanusiaan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 28 Mei 2025, 10:10 WIB
Tembakan Israel Picu Kericuhan saat Warga Gaza Serbu Pusat Bantuan Kemanusiaan
Ribuan warga Palestina menyerbu sebuah pusat distribusi bantuan baru yang dikelola sebuah kelompok yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Gaza selatan pada tanggal 27 Mei 2025. Kericuhan sempat terjadi ketika Israel menerapkan sistem distribusi bantuan yang baru. Kericuhan terjadi saat warga Palestina menyerbu pusat distribusi makanan dengan menerobos pagar pembatas. Pasukan Israel di berada di dekat lokasi distribusi makanan melepaskan tembakan peringatan untuk menghentikan penyerbuan. Situasi inilah yang kemudian memicu kepanikan dan kekacauan. Diketahui, pusat distribusi bantuan di luar kota paling selatan Gaza, Rafah—yang berada di bawah kendali penuh miiter Israel—telah dibuka sehari sebelumnya oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), yang telah dijadwalkan oleh Israel untuk mengambil alih operasi bantuan. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan sejumlah organisasi kemanusiaan menyatakan penolakan dengan mengatakan bahwa sistem tersebut tidak akan dapat memenuhi kebutuhan 2,3 juta penduduk Gaza. Sistem tersebut memungkinkan Israel menggunakan makanan sebagai senjata untuk mengendalikan populasi di Gaza.
Para pengungsi Palestina membawa paket bantuan makanan dari yayasan yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) yang berjanji untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan di Rafah Barat, Jalur Gaza selatan, 27 Mei 2025. (Foto oleh AFP)
Ribuan warga Palestina menyerbu sebuah pusat distribusi bantuan baru yang dikelola sebuah kelompok yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) di Gaza selatan pada tanggal 27 Mei 2025. (Foto oleh AFP)
Kericuhan sempat terjadi ketika Israel menerapkan sistem distribusi bantuan yang baru. (Foto oleh AFP)
Kericuhan terjadi saat warga Palestina menyerbu pusat distribusi makanan dengan menerobos pagar pembatas. Pasukan Israel di berada di dekat lokasi distribusi makanan melepaskan tembakan peringatan untuk menghentikan penyerbuan. Situasi inilah yang kemudian memicu kepanikan dan kekacauan. (Foto oleh AFP)
Diketahui, pusat distribusi bantuan di luar kota paling selatan Gaza, Rafah—yang berada di bawah kendali penuh miiter Israel—telah dibuka sehari sebelumnya oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), yang telah dijadwalkan oleh Israel untuk mengambil alih operasi bantuan. (Foto oleh AFP)
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan sejumlah organisasi kemanusiaan menyatakan penolakan dengan mengatakan bahwa sistem tersebut tidak akan dapat memenuhi kebutuhan 2,3 juta penduduk Gaza. (Foto oleh AFP)
Sistem tersebut memungkinkan Israel menggunakan makanan sebagai senjata untuk mengendalikan populasi di Gaza. (Foto oleh AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya