Dian Siswarini jadi Dirut Telkom, Ini Susunan Pengurus Terbaru

Berikut susunan pengurus terbaru PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang telah ditetapkan dalam RUPST Perseroan, Selasa (27/5/2025).

oleh Agustina MelaniDiperbarui 27 Mei 2025, 21:06 WIB
Co-Chair W20 Indonesia, Dian Siswarini (Reza Efendi/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang digelar pada 27 Mei 2025 menghasilkan sejumlah keputusan dari agenda RUPST bagi perusahaan. Keputusan tersebut meliputi pembagian dividen , program pembelian kembali saham (buyback), hingga perubahan dalam susunan dewan komisaris dan direksi.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi mengangkat Dian Siswarini sebagai direktur utama atau Dirut Telkom melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 27 Mei 2025. Dian menggantikan Ririek Adriansyah yang sebelumnya menjabat posisi tersebut sejak 2019.

"RUPST tahun buku 2024 menyetujui perubahan direksi, dengan posisi Direktur Utama diisi oleh Dian Siswarini," kata Sekretaris perusahaan Telkom, Achmad Reza dalam konferensi pers usai RUPS, Selasa (27/5/2025).

Sebelum ditunjuk sebagai Dirut Telkom, nama Dian Siswarini telah masuk dalam bursa calon pengganti Ririek. Ia sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk (EXCL) selama hampir satu dekade.

RUPS menyetujui perombakan susunan manajemen. Di antaranya pergantian direktur utama. Dengan demikian, susunan manajemen Telkom terbaru adalah sebagai berikut:

Direktur Utama: Dian Siswarini

• Wakil Direktur Utama: Muhammad Awaluddin

• Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra

• Direktur Enterprise & Business Service: Verenita Yosephine

• Direktur Network: Nanang Hendarno

• Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji

• Direktur Human Capital Management: Henry Christiadi

• Direktur IT Digital: Faizal Rochmad Djoemadi

• Direktur Wholesale & International Service: Honesti Basyir

Susunan Komisaris

PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom).

Selain susunan direksi, Telkom Indonesia juga mengubah susunan komisaris.

Angga Raka Prabowo diangkat sebagai Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Pengangkatan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Four Seasons Hotel, Jakarta, pada Selasa, 27 Mei 2025.

Posisi yang kini diduduki Angga sebelumnya dipegang oleh Bambang P.S. Brodjonegoro. Bambang mengundurkan diri pada 10 April 2025 setelah terpilih sebagai Dekan Asian Development Bank Institute (ADBI).

Sesuai aturan ADBI, jabatan baru tersebut tidak memperbolehkan rangkap posisi di badan usaha, termasuk di perusahaan milik negara seperti Telkom.

Pengalaman Angga sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, diharapkan mampu membawa semangat baru dalam mendorong transformasi digital di tubuh Telkom Indonesia.

Susunan Komisaris Telkom Indonesia:

  • Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo
  • Komisaris Independen: Yohanes Surya
  • Komisaris Independen: Deswandhy Agusman
  • Komisaris: Ossy Dermawan
  • Komisaris: Ismail
  • Komisaris Independen: Rizal Mallarangeng
  • Komisaris: Ronald Silaban
  • Komisaris: Silmy Karim 

Buyback Saham

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengumumkan persetujuan pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 3 triliun. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat nilai sahamnya di tengah tantangan pasar.

Langkah buyback ini telah memperoleh restu dari para pemegang saham dalam RUPS yang digelar pada Selasa, 27 Mei 2025. Manajemen Telkom menyatakan aksi korporasi tersebut merupakan upaya untuk menjaga kepercayaan investor dan mendukung pergerakan harga saham yang dinilai masih undervalued.

Direktur Wholesale and International Service Telkom Indonesia, Honesti Basyir menuturkan, strategi ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap kinerja saham perusahaan ke depan.

"Jadi memang rencana kami untuk survive itu salah satu caranya dengan menaikkan harga saham yang selama ini undervalued, tetapi tentu itu tidak cukup," ujar dia dalam konferensi pers usai RUPS Telkom 2025, Selasa (27/5/2025).

Perkuat Fundamental, Telkom Fokus ke Transformasi Bisnis dan Infrastruktur

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain buyback saham, Telkom Indonesia berencana memperkuat fondasi bisnis melalui berbagai langkah strategis. Perusahaan menyebutkan akan menjalankan transformasi baik secara organik maupun anorganik guna meningkatkan daya saing di industri teknologi dan telekomunikasi.

Langkah-langkah tersebut antara lain mencakup modernisasi infrastruktur, penguatan layanan data center, serta inisiatif transformasi bisnis lainnya. Upaya ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga membentuk landasan pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Honestri menambahkan, transformasi yang dilakukan selama tiga tahun terakhir akan dipercepat untuk mendorong pertumbuhan yang lebih agresif. "Kami cukup optimistis, inisiatif-inisiatif ini akan menaikkan harga saham kami ke depan," ujar dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya