Warga melintas kawasan Transit Oriented Development (TOD) Blok M Hub, di Mal Blok M, Jakarta, Selasa (27/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta kembali menata kawasan Mal Blok M. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Tempat yang penuh kenangan bagi sebagian anak Jakarta Selatan (Jaksel) di era tahun 1990 hingga 2000 an tersebut kini tampak lebih berwarna dan mulai kembali ramai. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Ketika memasuki lorong, kita akan disuguhkan pemandangan segar hasil revitalisasi kawasan sekitar terminal dan mal Blok M yang diproyeksikan menjadi hub (penghubung) transportasi dan fasilitas umum. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Langit-langit koridor dipenuhi motif mozaik berwarna kuning cerah. Pencahayaan terlihat lebih memadai dan cukup terang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sebagai kawasan Transit-Oriented Development (TOD), Blok M diharapkan dapat menjadi salah satu pusat interkoneksi antarmoda dengan ruang publik serta aksesibilitas pejalan kaki yang nyaman akan menjadikan kota Jakarta lebih inklusif dan modern. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sebelumnya, pada Sabtu 24 Maret 2025, Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan revitalisasi kawasan Blok M dengan nama baru "Blok M Hub". (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Transformasi yang mengusung tema "Energetic Spaces, Connecting Lives" ini menjadi bagian penguatan Blok M sebagai salah satu sentra negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Revitalisasi kawasan Blok M diharapkan bisa menjadi wajah baru Jakarta yang mewujudkan semangat kota global, dengan menampilkan kekayaan budaya dan produk unggulan dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN. (Liputan6.com/Angga Yuniar)