Real Betis Menjemput Impian di Wroclaw

Betis bukan unggulan di atas kertas, tapi mereka datang dengan keyakinan tinggi. Tim besutan Manuel Pellegrini ini punya campuran pengalaman dan kualitas yang cukup untuk mengimbangi tim sekelas Chelsea.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 27 Mei 2025, 15:22 WIB
Isco benar-benar menjadi mimpi buruk bagi Real Madrid saat melawan Real Betis pada pekan ke-26 La Liga di Stadion Benito Villamarin, Minggu (2/3/2025) dini hari WIB. (AFP/Cristina Quicler)

Liputan6.com, Jakarta Real Betis berada di ambang sejarah. Klub asal Sevilla ini akan melakoni partai final Eropa pertamanya dalam sejarah, menghadapi Chelsea di final UEFA Conference League 2024/2025. Laga ini akan digelar di Stadion Wroclaw, Polandia, Kamis, 29 Mei 2025, pukul 02.00 WIB.

Betis bukan unggulan di atas kertas, tapi mereka datang dengan keyakinan tinggi. Tim besutan Manuel Pellegrini ini punya campuran pengalaman dan kualitas yang cukup untuk mengimbangi tim sekelas Chelsea. Di antara skuadnya, ada wajah-wajah yang tak asing di panggung Eropa.

Trofi ini bisa menjadi yang pertama untuk Betis, tapi bukan untuk banyak penggawanya. Beberapa dari mereka bahkan sudah mencium aroma final Liga Champions. Ini membuat mereka datang ke Wroclaw bukan sekadar untuk tampil, tapi menjemput impian menjadi juara di panggung Eropa.


Isco dan Kawan-Kawan: Pengalaman yang Berbicara

Gelandang Real Betis asal Spanyol #22, Isco (kiri), merayakan gol kedua timnya selama pertandingan Liga Spanyol antara Real Betis dan Real Madrid CF di Stadion Benito Villamarin di Seville, Minggu dini hari WIB (2-3-2025). (CRISTINA QUICLER/AFP)

Nama besar seperti Isco menjadi wajah harapan Betis di final ini. Gelandang kreatif berusia 33 tahun itu sudah pernah lima kali juara Liga Champions bersama Real Madrid. Kini, dia ingin menambah koleksi trofi Eropanya bersama klub yang jauh lebih sederhana.

Di lini depan, Betis mengandalkan Cedric Bakambu yang masih tajam di usia 34 tahun. Penyerang asal Kongo itu telah mencetak tujuh gol di Conference League musim ini, hanya kalah dari Afimico Pululu milik Jagiellonia. Ketajamannya bisa menjadi pembeda dalam laga final.

Pablo Fornals juga jadi kartu penting. Gelandang yang pernah merasakan juara Conference League bersama West Ham ini membawa pengalaman berharga di laga besar. Kombinasi tiga pemain ini menjadi tulang punggung Betis dalam upaya menciptakan sejarah.


Pellegrini: Si Tukang Ramu yang Tak Asing dengan Chelsea

Manajer tim Real Betis, Manuel Pellegrini memberi instruksi kepada pemainnya saat melawan Real Madrid dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2020/2021 pekan ke-33 di Alfredo Di Stefano Stadium, Madrid, Sabtu (24/4/2021). Real Betis bermain imbang 0-0 dengan Real Madrid. (AP/Bernat Armangue)

Manuel Pellegrini bukan nama baru di Inggris, apalagi bagi Chelsea. Pelatih asal Cile ini pernah membawa Manchester City meraih gelar Premier League pada musim 2013/14. Dia juga sempat melatih West Ham, klub di mana Enzo Maresca – pelatih Chelsea saat ini – menjadi asistennya.

Kini, Pellegrini akan berhadapan dengan mantan asistennya dalam duel adu taktik. Kedekatan mereka bisa jadi cerita tersendiri di laga ini. Namun, jelas, tak ada tempat untuk sentimentalisme di panggung sebesar ini.

Lanjut Baca:

Pellegrini juga dikenal sebagai pelatih yang tenang dan jago mengatur ritme pertandingan. Karakternya tercermin dalam permainan Betis yang cerdas dan sabar. Di laga final nanti, dia harus bisa menjaga emosi timnya tetap stabil, terutama jika Chelsea bermain agresif sejak awal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya