Prediksi Harga Emas Hari Ini, Fluktuasi Masih Tinggi

Di tengah penurunan harga emas pada Senin kemarin, sebagian investor tetap mempertahankan posisi beli mereka karena kekhawatiran kondisi di AS belum mereda.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 27 Mei 2025, 12:00 WIB
Retorika Trump terhadap Uni Eropa dan perusahaan AS turut menciptakan ketidakpastian baru yang mendukung penguatan harga emas dari USD 3.287 ke puncak mingguan USD 3.365. Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia mengalami tekanan pada awal pekan ini, turun lebih dari 0,50% pada hari Senin (26/5/2025), seiring melemahnya permintaan terhadap aset safe haven setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengumumkan penundaan tarif sebesar 50% terhadap produk-produk dari Uni Eropa hingga 9 Juli.

Perdagangan pun berlangsung dalam volume rendah karena pasar keuangan di Inggris dan AS tutup akibat libur nasional. Pada hari ini Selasa (27/5/2025), harga emas dunia diperdagangkan di kisaran USD 3.336.

Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menjelaskan, pelemahan ini belum menandakan berakhirnya tren naik secara keseluruhan. Berdasarkan kombinasi candlestick harian dan indikator teknikal seperti Moving Average (MA), tren jangka menengah harga emas masih menunjukkan sinyal bullish.

"Jika dorongan beli kembali muncul, maka potensi penguatan harga bisa menembus level resistance USD 3.367. Namun, apabila terjadi pembalikan arah (reversal), harga diperkirakan akan menguji support terdekat di USD 3.322 sebagai batas bawah yang signifikan untuk hari ini," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (27/5/2025).

Sentimen pasar global memang sempat membaik usai pernyataan Trump yang menunda bea masuk terhadap produk Eropa, sehingga menekan permintaan terhadap aset lindung. Namun, koreksi ini juga terbatas oleh meningkatnya kekhawatiran kondisi fiskal AS.

Di tengah penurunan harga, sebagian investor tetap mempertahankan posisi beli mereka karena kekhawatiran tersebut belum mereda.

 

Retorika Trump

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Pekan lalu, harga emas dunia mencatat lonjakan mingguan lebih dari 4,86% kenaikan mingguan tertinggi sejak awal April 2024 terutama didorong oleh ketegangan perdagangan antara AS dan Uni Eropa, serta tekanan dari Trump terhadap perusahaan Apple untuk memindahkan produksinya ke dalam negeri.

Retorika Trump terhadap Uni Eropa dan perusahaan AS turut menciptakan ketidakpastian baru yang mendukung penguatan harga emas dari USD 3.287 ke puncak mingguan USD 3.365.

Selain itu, permintaan fisik dari Asia juga memberi dukungan pada harga logam mulia ini. Data dari Reuters menunjukkan bahwa impor bersih emas China melalui Hong Kong lebih dari dua kali lipat pada April dibandingkan Maret, mencatat level tertinggi sejak Maret 2024. Ini mengindikasikan bahwa permintaan riil terhadap emas dari konsumen Asia tetap kuat, meskipun kondisi pasar global bergerak fluktuatif.

Faktor geopolitik juga menjadi katalis utama yang menjaga minat terhadap emas. Rusia kembali melancarkan serangan udara terhadap Ukraina selama tiga malam berturut-turut, memicu eskalasi konflik dan meningkatkan ketegangan global. Tanggapan keras dari Trump terhadap agresi ini menunjukkan bahwa risiko geopolitik masih tinggi dan berpotensi memicu gelombang permintaan baru terhadap aset safe haven seperti emas.

 

Data Ekonomi AS

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Dalam pekan ini, perhatian investor akan tertuju pada sejumlah data ekonomi AS seperti laporan Pesanan Barang Tahan Lama, risalah FOMC, data PDB kuartal pertama, dan indeks inflasi PCE. Data ini berpotensi memicu volatilitas baru pada pasar logam mulia.

Andy menutup dengan catatan bahwa meski saat ini pasar terlihat tenang.

“emas tetap menjadi aset strategis ditengah ketidakpastian ekonomi dan politik global. Jika pasar kembali risk-off, harga bisa cepat berbalik naik," pungkas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya