Rapor Barcelona Akhir Musim 2024/2025: Treble Domestik di Musim Pertama Hansi Flick

Musim 2024/2025 menjadi tonggak penting bagi Barcelona dengan pencapaian treble domestik yang mengesankan. Di bawah arahan Hansi Flick, tim menunjukkan transformasi signifikan dalam gaya bermain dan mentalitas juara.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 27 Mei 2025, 08:16 WIB
Dengan sisa satu pertandingan lagi, posisi Barcelona di puncak klasemen Liga Spanyol 2024/2025 dengan 85 poin tidak tergoyahkan. Poin tersebut sudah tidak mungkin terkejar oleh Real Madrid yang berada di posisi kedua. (MANAURE QUINTERO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Musim 2024/2025 menjadi tonggak penting bagi Barcelona dengan pencapaian treble domestik yang mengesankan. Di bawah arahan Hansi Flick, tim menunjukkan transformasi signifikan dalam gaya bermain dan mentalitas juara.

Keberhasilan juara di La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de Espana menandai kebangkitan Barcelona sebagai kekuatan dominan di Spanyol. Namun, perjalanan di Liga Champions menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan di kancah Eropa.

Lantas bagaimana performa Barcelona di berbagai kompetisi? Bagaimana peran penting pemain-pemain kunci, serta evaluasi peran pelatih dalam kesuksesan musim ini?


Performa di La Liga: Dominasi yang Konsisten

Raphinha terus menunjukkan ketajamannya dalam urusan menjebol gawang lawan. Di Liga Champions musim ini, pemain Barcelona itu sukses menempati posisi teratas sebagai pencetak gol terbanyak sementara dengan koleksi 11 gol. (AP Photo/Joan Monfort)

Barcelona menutup musim La Liga dengan kemenangan 3-0 atas Athletic Bilbao, mengukuhkan posisi mereka sebagai juara liga.

Robert Lewandowski mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut, menambah total golnya menjadi 27 di liga musim ini. Meskipun demikian, ia harus puas sebagai runner-up dalam perebutan Sepatu Emas, di belakang Kylian Mbappe.

Di bawah kepemimpinan Hansi Flick, Barcelona menunjukkan konsistensi yang luar biasa sepanjang musim. Strategi permainan yang menggabungkan ritme cepat dan vertikalitas berhasil diterapkan tanpa mengorbankan identitas permainan khas Barcelona.

Transformasi ini tidak hanya terlihat dalam hasil pertandingan, tetapi juga dalam cara tim mengontrol permainan dan menghadapi tekanan lawan. Kemenangan di liga domestik menjadi bukti keberhasilan pendekatan taktis yang diterapkan oleh Flick.


Performa di Liga Champions: Harapan yang Belum Terwujud

Bek Barcelona asal Uruguay #04, Ronald Federico Araujo da Silva (kiri), dan penyerang Inter Milan asal Prancis #09, Marcus Thuram, berebut bola selama pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan FC Barcelona di stadion San Siro di Milan, Rabu dini hari WIB (7-5-2025). (Marco BERTORELLO/AFP)

Perjalanan Barcelona di Liga Champions berakhir di semifinal setelah kalah agregat 6-7 dari Inter Milan. Pertandingan leg pertama berakhir imbang 3-3, sementara leg kedua di Milan berakhir dengan kekalahan 3-4 setelah duel 120 menit.

Meskipun menunjukkan semangat juang yang tinggi, kelemahan di lini pertahanan menjadi faktor krusial dalam kegagalan mencapai final. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi tim dalam menghadapi tekanan di level tertinggi kompetisi Eropa.

Namun, pencapaian hingga semifinal menunjukkan bahwa Barcelona masih menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Eropa, dan dengan perbaikan yang tepat, mereka berpotensi untuk melangkah lebih jauh di musim mendatang.


Barcelona: Pemain Bersinar dan Tenggelam

Pemain Barcelona, Lamine Yamal merayakan kemenangan setelah timnya mengalahkan Real Madrid dalam laga final Copa Del Rey di La Cartuja stadium, Sevilla, Spanyol. (AP Photo/Joan Monfort)

Robert Lewandowski menjadi andalan di lini depan dengan total 39 gol di semua kompetisi. Kontribusinya yang konsisten menjadi kunci dalam kesuksesan tim di musim ini.

Lanjut Baca:

Lamine Yamal, pemain muda berbakat, menunjukkan performa yang menjanjikan dan dianggap sebagai calon peraih Ballon d'Or di masa depan. Peranannya dalam tim semakin signifikan seiring berjalannya musim. Namun, tidak semua pemain tampil sesuai harapan. Beberapa pemain mengalami penurunan performa atau kurang mendapatkan waktu bermain yang cukup, yang menjadi perhatian untuk evaluasi skuad di musim mendatang. Ansu Fati, contohnya, gagal memaksimalkan momentum kedatangan Flick untuk membangkitkan lagi kariernya. Fati kemungkinan besar akan meninggalkan klub di musim panas nanti.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya