Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) atas konsistensinya dalam merevitalisasi Bahasa Using. Pasalnya, Bahasa Using merupakan salah satu bahasa daerah yang jadi identitas dari Banyuwangi.
Berkaitan dengan itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani pun menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan Bahasa Using sebagai salah satu identitas daerah.
Advertisement
"Bahasa Using merupakan salah satu identitas Banyuwangi yang terus kami jaga dan penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus mengembangkannya," tegasnya.
Ipuk pun menyebut, melalui Peta Jalan Kebudayaan, Kabupaten Banyuwangi telah meratifikasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Kami melakukan perencanaan, penganggaran hingga mengimplementasikannya dalam berbagai kebijakan,” sebutnya.
Sebagai informasi, penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah 2025 diserahkan kepada 44 kepala daerah lain se-Indonesia.
Penghargaan ini merupakan bagian dari program revitalisasi bahasa daerah yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, yang tahun ini menyasar 114 bahasa dan dialek daerah di 38 provinsi.
Langkah Banyuwangi Revitalisasi Bahasa Daerah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno yang mewakili Bupati Banyuwangi menerima penghargaan menyebutkan jika revitalisasi Bahasa Using menjadi usulan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur.
“Banyuwangi memenuhi tiga indikator utama penilaian yang telah ditentukan,” ujarnya.
Suratno membeberkan, tiga indikator tersebut mulai dari sisi regulasi, penganggaran hingga penerapan program.
"Selain adanya Peta Jalan Pemajuan Kebudayaan, Banyuwangi juga telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2003, tentang Pemberlakuan Muatan Lokal Bahasa Osing pada Pendidikan Dasar (SD dan SMP) di Banyuwangi," bebernya.
“Para guru di Banyuwangi juga dilatih dengan kegiatan master triner bahasa Using, beberapa festival juga diselenggarakan untuk mendukung seperti Festival Literasi Bahasa Using, Festival Padang Ulanan, Festival Gendhing Using dan lain sebagainya,” jelas Suratno.
(*)