Para peserta WJC yang digelar Federasi Equestrian Indonesia (EFI) bersama JPEC Equestrian bertanding dalam empat ronde yang digelar 1-2 Juni 2013. Dalam empat ronde itu, Marcho dan Zinnie mengoleksi 5 angka kesalahan. Angka kesalahan ini didapat di ronde pertama. Kemenangan Marcho dan Zinnie bisa disebut istimewa. Penunggang dan kudanya baru ‘berkenalan’ satu sama lain seminggu sebelum pertandingan.
“Saya pertama kali menunggang Zinnie pada minggu lalu. Saat itu naik cuma sebentar dan kemudian jumping beberapa rintangan. Menunggang Zinnie untuk kedua kalinya ya saat pertandingan ini,” kata Marcho usai pertandingan.
Zinnie yang merupakan kuda milik keluarga Alfons Tungadi biasanya ditunggangi Brayen Brata-Coolen yang saat ini tengah kuliah dan berlatih di Belanda. Pada 2011 lalu Zinnie dan Brayen juga meraih juara WJC kategori A.
“Terima kasih kepada pemilik kuda yang telah memberikan kepercayaan pada saya. Zinnie kuda yang hebat,” ujar Marcho yang baru berusia 17 tahun. Zinnie adalah kuda kelahiran BAndung hasil ternakan Alfons Tungadi. Zinnie adalah anak dari Couperus, kuda pejantan bantuan dari Kerajaan Belanda. Zinnie adalah tante dari kuda juara dunia 2010, Marcus Ehing, yang bernama 'Plot Blue.'
Pada WJC kali ini Marcho berhasil mengalahkan seniornya, Ferry Wahyu Hadiyanto. Ferry, yang menjuarai Kualifikasi World Cup Kualifikasi Asia Tenggara tahun lalu, dengan kudanya ‘Equinara Zandor’ tampil sebagai juara kedua. Mereka mengumpulkan 8 angka kesalahan. Posisi ketiga ditempati Anto Budiarto yang menunggang ‘Pazia Greta’ dengan total 12 angka kesalahan.
World Jumping Challenge adalah usaha FEI (Federasi Equestrian Internasional) untuk mengembangkan olahraga berkuda di negara-negara berkembang di cabang olahraga ini. Putaran kualifikasi digelar di sepuluh zona berbeda.