40 Tahun Berdayakan Difabel, Pendiri Rumah Pekerti NTT Terima Penghargaan Liputan6 Award

Kiprah Margaretha Subekti dalam memberdayakan pernyandang disabilitas berbuah manis, ia terima penghargaan Liputan6 Award.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 24 Mei 2025, 10:10 WIB
40 Tahun Berdayakan Difabel, Pendiri Rumah Pekerti NTT Terima Penghargaan dari Menko PMK di Liputan6 Award. Foto: Kemenko PMK.

Liputan6.com, Jakarta Margaretha Subekti adalah sosok inspiratif yang memiliki kepedulian terhadap perempuan dan penyandang disabilitas.

Selama lebih dari 40 tahun, ia aktif memberdayakan perempuan dan penyandang disabilitas yang hidup dalam keterbatasan.

Pada 2008, ia mendirikan Rumah Pekerti di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai ruang aman dan pusat pembinaan bagi puluhan perempuan disabilitas serta anak-anak terlantar.

Melalui Rumah Pekerti, Margaretha Subekti tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan seperti memasak, menjahit, dan menenun. Ia menggagas koperasi simpan pinjam berbasis sampah, mengolah limbah menjadi produk kreatif, menanam ribuan pohon mangrove, dan menjalin kerja sama dengan hotel-hotel lokal untuk mempromosikan pangan tradisional.

Atas kiprahnya, Margaretha menerima penghargaan dari Liputan6 Award dalam Kategori Pemberdayaan Masyarakat. 

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, dalam acara yang berlangsung di Studio 5 Emtek, Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Selasa, 20 Mei 2025.

Pratikno menyampaikan bahwa keteladanan seperti yang ditunjukkan Margaretha merupakan kekuatan sosial yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan-tantangan kemanusiaan saat ini.

“Masalah-masalah di masyarakat, termasuk yang menjadi tanggung jawab kami, misalnya membantu difabel, memperkuat pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah, perlu dukungan para relawan, dukungan masyarakat,” ujar Pratikno dalam Liputan6 Award.

 

Ruang Apresiasi bagi Pekerja Sosial

Menko PMK juga mengapresiasi peran media, khususnya Liputan6, yang telah menghadirkan ruang apresiasi bagi para pekerja sosial di berbagai daerah.

Ia berharap, upaya yang telah dilakukan tersebut dapat memicu munculnya lebih banyak pekerja sosial dan inovator yang membawa perubahan nyata di tengah masyarakat.

“Liputan6 SCTV membuatnya luar biasa. Karena tidak hanya menginspirasi, tetapi juga memberikan motivasi dan penghargaan,” ungkap Pratikno seperti mengutip laman Kemenko PMK.

Pratikno turut menyerukan agar seluruh elemen bangsa —pemerintah, masyarakat sipil, media, dunia usaha, hingga individu— bersatu dalam menciptakan ekosistem sosial yang lebih adil, inklusif, dan berpihak kepada kelompok rentan.

“Keteladanan seperti ini harus kita angkat, kita dukung, dan kita tularkan. Karena membangun Indonesia tidak cukup dari atas ke bawah, tapi juga harus dari bawah—dari gerakan masyarakat yang peduli,” tutupnya.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya