Legenda Liverpool Ini Beri Saran Yang Bakal Saling Menguntungkan Bagi Amorim dan Manchester United

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menyarankan pada Ruben Amorim agar mundur dari Manchester United karena itu adalah solusi yang akan menguntungkan semua pihak.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiperbarui 24 Mei 2025, 01:39 WIB
Gol kemenangan dicetak oleh gol cepat Alejandro Garnacho saat pertandingan baru berjalan 49 detik, lalu diikuti dua gol Rasmus Hojlund. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta Musim yang mengecewakan bagi Manchester United belum juga menunjukkan tanda-tanda membaik. Di bawah asuhan Ruben Amorim, performa tim justru semakin menurun hingga memicu kritik dari banyak pihak.

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, ikut angkat suara soal situasi pelik di Old Trafford. Ia menilai bahwa Amorim mungkin bukanlah sosok yang tepat untuk membawa Setan Merah kembali ke jalur kemenangan.

Amorim memang datang dengan harapan besar setelah menggantikan Erik ten Hag. Namun kenyataannya, hasil yang diraih justru tak sebanding dengan ekspektasi awal para pendukung.

Ketidakmampuan United untuk tampil konsisten membuat banyak kalangan mempertanyakan arah kepemimpinan Amorim. Dalam pandangan Carragher, solusi terbaik adalah perpisahan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.


Kegagalan di Final Jadi Titik Balik

Ekspresi Ruben Amorim usai Manchester United kalah dari Tottenham di final Liga Europa 2024/2025. (AP Photo/Bernat Armangue)

Kekalahan Manchester United dari Tottenham di final Liga Europa 2024/2025 menjadi pukulan berat bagi klub. Satu-satunya gol dari Brennan Johnson cukup untuk membungkam ambisi United meraih trofi.

Kekalahan ini sekaligus memastikan absennya Setan Merah dari kompetisi Eropa musim depan. Situasi ini memperparah nasib mereka yang kini tertahan di papan bawah klasemen Liga Inggris.

Dengan performa yang tak kunjung membaik, kepercayaan pada Ruben Amorim mulai menipis. Kritik dari berbagai kalangan terus berdatangan, dan suara untuk perubahan semakin keras terdengar.


Masa Depan Amorim Mulai Dipertanyakan

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Gagal membawa perubahan positif membuat posisi Amorim semakin terancam. Harapan untuk membangun ulang skuad di bursa transfer tampak sulit terwujud tanpa dukungan finansial yang memadai.

Kondisi keuangan klub yang sedang tidak stabil menjadi batu sandungan besar. Tanpa pendapatan dari kompetisi Eropa, peluang untuk mendatangkan pemain baru jadi terbatas.

Carragher menilai bahwa mempertahankan Amorim bisa menjadi kesalahan yang lebih mahal di masa depan. Apalagi filosofi permainannya menuntut perombakan besar yang mungkin tak sejalan dengan situasi klub saat ini.


Saran Carragher: Perpisahan yang Logis

Jamie Carragher. Semasa aktif bermain, Jamie Carrgaher hanya bermain untuk satu tim sepanjang kariernya, yaitu bersama Liverpool mulai 1996/1997 hingga 2012/2013. Ia total tampil dalam 737 laga bersama Liverpool di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 18 assist. Usai pensiun, ia terjun sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports mulai musim 2013/2014 bergabung bersama Grame Souness, Gary Neville dan Jamie Redknapp. Pada Juli 2020 ia melebarkan sayapnya ke jaringan televisi CBS Sports sebagai bagian dari tim yang mengulas khusus Liga Champions. (AFP/Pool/Peter Powell)

Jamie Carragher menyebut bahwa keputusan menunjuk Ruben Amorim mungkin adalah langkah yang keliru sejak awal. Ia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh untuk menyelamatkan masa depan klub.

"Pada suatu saat selama tinjauan pascamusim mereka atas kampanye yang buruk, seseorang di ruang rapat Manchester United akan membutuhkan keberanian untuk mengajukan pertanyaan tersulit: 'Apakah kita menunjuk manajer yang salah pada waktu yang salah?'" kata Carragher pada The Telegraph.

Menurutnya, dengan terus mempertahankan Amorim, United bisa terjebak dalam siklus kesalahan strategis. Ia lantas menyarankan pada pelatih asal Portugal itu untuk mundur dari dari Man United.

"Apakah menguntungkan semua pihak jika ia berjabat tangan dan meninggalkan Old Trafford? Banyak orang di dunia sepak bola mungkin menganggap itu sebagai hasil yang saling menguntungkan,” cetus Carragher.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya