Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Bahlil: Cari Isu yang Produktif Lah

Bahlil menganggap pihak yang mempersoalkan ijazah asli Jokowi sudah keterlaluan. Dia menyampaikan, sudah sejak awal meyakini keaslian ijazah Jokowi.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 23 Mei 2025, 20:17 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia usai acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Golkar di DPP Golkar, Jalan Anggrek Nelly, Jakarta Barat, Sabtu (8/2/2025). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menghargai putusan Bareskrim Polri yang menetapkan ijazah Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi asli. Dia pun meminta agar semua pihak menyudahi polemik ijazah Jokowi dan mencari isu yang produktif untuk kebaikan Indonesia.

"Ya silakanlah sekarang, sudah dibuktikan oleh proses hukum, oleh Bareskrim, sudah dicek bahwa memang ijazah Bapak Presiden ketujuh, Bapak Presiden Jokowi itu semuanya benar, asli," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (23/5/2025).

"Jadi saya mohon kepada saudara-saudara saya, bangsa dan setanah air, sudahlah, kita cari isu yang produktiflah untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara ya," sambungnya.

Dia menganggap pihak yang mempersoalkan ijazah asli Jokowi sudah keterlaluan. Bahlil menyampaikan dirinya sudah sejak awal meyakini keaslian ijazah Jokowi.

"Awalnya kan selalu diduga, sekalipun saya sudah berkali-kali mengatakan bahwa apa yang disangkakan atau apa yang diduga itu saya enggak percaya. Tapi menurut saya ini sudah keterlaluan. Sudah kayak enggak ada isu saja," jelasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menyatakan ijazah S1 Universitas Gadjah Mada (UGM) Fakultas Kehutanan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi adalah asli. Keasliannya tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium forensik.

"Maka antara bukti dan pembanding adalah identik atau berdasar dari satu produk yang sama," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, saat konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (22/5/2025).

Polisi Telah Periksa 39 Saksi

Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (20/5) (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Polri juga menyatakan tidak ditemukan adanya tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yakni atas dugaan ijazah palsu. Sehingga penyelidikan dihentikan.

"Bahwa terhadap hasil penyelidikan ini telah dilaksanakan gelar perkara untuk memperoleh kepastian hukum tidak ditemukan adanya tindak pidana," lanjut dia.

Djuhandani menyebut, ada 39 saksi yang telah dimintai keterangan, di antaranya dari pihak UGM hingga rekan Jokowi saat meniti pendidikan di UGM.

"Bahwa penyelidikan yang kami lakukan ini bukan hanya sekedar menjawab Dumas (aduan masyarakat) yang ada, tapi kami dari kepolisian memberikan pemahaman atau ke masyarakat fakta yang kita dapatkan sehingga kita semua berharap situasi negara ini menjadi semakin tenang," ucap dia.

 

Infografis Sederet Tunjangan dan Fasilitas Pensiun Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya