Liputan6.com, Lampung - Sebagian bangunan Gedung DPRD Kabupaten Pesawaran, Lampung, mengalami kerusakan serius usai ambruk pada Jumat siang (23/5/2025). Insiden itu disebut terjadi di tengah cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung dalam beberapa hari terakhir, bukan karena kondisi bangunan yang telah usang.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Pesawaran, Toto Sumedi bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Lampung, termasuk Pesawaran. "Dalam laporannya, BMKG menyebut adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang yang berisiko terjadi di sejumlah kecamatan seperti Gedong Tataan, Negeri Katon, dan Way Lima," kata Toto, Jumat (23/5/2025) sore.
Advertisement
Dia menyatakan, pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk menindaklanjuti peristiwa itu. "Kami langsung berkoordinasi dengan tim teknis untuk meninjau struktur bangunan dan memastikan keamanan lingkungan sekitar. Kegiatan DPRD tetap berjalan dengan sejumlah penyesuaian demi keselamatan bersama," jelas dia.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pesawaran, M Nasir, turut mengonfirmasi kejadian ambruknya bangunan tersebut.Berbeda dengan keterangan Sekwan Toto. Menurut Nasir, peristiwa itu terjadi karena kondisi bangunan sudah rusak. “Memang belum bisa dipastikan penyebab pastinya, tetapi kondisi gedung ini memang sudah lama mengkhawatirkan. Peristiwa itu terjadi saat aktivitas kantor tengah berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB," ujar Nasir.
Gedung DPRD Pesawaran diketahui mulai digunakan sejak 2014 setelah dibangun pada 2012. Namun, selama lebih dari satu dekade digunakan, belum pernah ada renovasi besar yang dilakukan, meski tanda-tanda kerusakan sudah terlihat. “Saat saya menjabat sejak Agustus 2024, kami sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan gedung. Bahkan pernah saya usulkan efisiensi anggaran agar sebagian dana bisa dialihkan ke renovasi, tetapi hingga sekarang belum terealisasi,” ungkap dia.
Pemkab Diminta Respons Cepat
Nasir bilang, pihaknya telah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan penghitungan estimasi biaya renovasi. Perbaikan diharapkan dapat diusulkan dalam APBD 2026, namun hingga kini belum ada tindakan konkret dari pihak pemerintah daerah.
Dia menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap kondisi gedung yang kini sudah tidak layak digunakan. “Ini bukan hanya soal kenyamanan kerja, tapi juga soal keselamatan dan keberlangsungan pelayanan publik. Kami berharap Pemkab Pesawaran segera mengambil langkah nyata,” terang dia.
Sementara itu, Toto Sumedi menambahkan bahwa instansi terkait masih melakukan pemeriksaan teknis guna memastikan struktur gedung yang masih bisa digunakan.