Menelusuri Pesona Wisata Alam Tersembunyi di Kuningan Jawa Barat

Jalur pendakian via Palutungan dan Linggarjati sangat populer di kalangan pendaki karena menyuguhkan pemandangan yang luar biasa sepanjang perjalanan

oleh Panji PrayitnoDiterbitkan 31 Mei 2025, 05:00 WIB
Area Hutan Desa Setianegara. (Foto: Shutterstock)

Liputan6.com, Jakarta - Kuningan sebuah kabupaten yang terletak di bagian timur Jawa Barat, menawarkan berbagai destinasi wisata alam Kuningan Jawa Barat yang memukau namun belum sepenuhnya tersentuh geliat pariwisata masif seperti halnya daerah-daerah populer lainnya.

Dikelilingi oleh perbukitan hijau dan berada di kaki Gunung Ciremai. Wilayah ini memiliki lanskap yang begitu asri, sejuk, dan menyegarkan, menjadikannya tempat ideal bagi para pencinta alam, pendaki gunung, ataupun mereka yang hanya ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kota besar.

Kuningan dikenal dengan udara pegunungan yang bersih, sumber mata air jernih, serta kekayaan flora dan fauna yang masih lestari. Kawasan ini adalah destinasi sempurna bagi siapa pun yang mendambakan perjalanan wisata yang lebih sunyi, lebih intim, dan lebih menyatu dengan alam.

Salah satu destinasi utama yang tak boleh dilewatkan adalah Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). TNGC bukan hanya surga bagi para pendaki yang ingin menaklukkan puncak Gunung Ciremai dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut, tetapi juga rumah bagi berbagai ekosistem penting yang menunjang kehidupan flora dan fauna khas dataran tinggi.

Jalur pendakian via Palutungan dan Linggarjati sangat populer di kalangan pendaki karena menyuguhkan pemandangan yang luar biasa sepanjang perjalanan, termasuk hamparan hutan pinus, suara-suara burung liar yang merdu, serta kabut tipis yang menyelimuti pepohonan di pagi hari.

Bagi yang tidak berniat mendaki hingga puncak, kawasan kaki gunung ini pun sudah cukup menyenangkan untuk dikunjungi, karena tersedia tempat-tempat berkemah, sungai-sungai kecil yang mengalir jernih, serta spot-spot foto alami yang sangat Instagrammable. Kesejukan dan ketenangan yang ditawarkan TNGC memberikan pengalaman yang menyejukkan jiwa dan menyegarkan pikiran.

Selain Gunung Ciremai, Curug Putri Palutungan juga menjadi magnet bagi wisatawan yang mendambakan keindahan air terjun alami. Terletak di kawasan Palutungan, curug ini mudah diakses dan dikelilingi oleh pepohonan hijau yang menjulang tinggi.

Curug Putri memiliki ketinggian sekitar 20 meter dengan aliran air yang deras namun jernih, berasal langsung dari lereng Gunung Ciremai. Keunikan curug ini terletak pada suasana sekitarnya yang tenang dan alami, jauh dari kebisingan kendaraan ataupun keramaian turis.

Wisata Tersembunyi

Para pengunjung dapat bermain air di kolam alami yang terbentuk di bawah air terjun, atau sekadar duduk di atas batu sambil menikmati gemericik air dan semilir angin pegunungan.

Bagi pecinta fotografi alam, tempat ini menjadi spot yang sangat menarik karena permainan cahaya matahari yang menembus dedaunan bisa menciptakan suasana mistis yang indah. Beberapa warung kecil dan area parkir juga tersedia sehingga tidak perlu khawatir soal logistik dasar.

Tidak jauh dari sana, terdapat juga Telaga Remis, sebuah danau alami berair jernih yang dikelilingi oleh hutan pinus dan pepohonan tropis. Telaga ini dinamakan Remis karena dulunya di danau ini ditemukan banyak remis atau sejenis kerang kecil air tawar.

Airnya yang tenang menciptakan suasana reflektif yang sangat cocok bagi mereka yang ingin merenung atau bermeditasi dalam kesunyian. Lokasi ini sangat ramah keluarga karena terdapat jalur-jalur pejalan kaki yang rapi, gazebo untuk bersantai, serta perahu-perahu kecil yang dapat disewa untuk mengelilingi danau.

Keindahan Telaga Remis begitu menenangkan, apalagi saat pagi hari ketika kabut tipis masih menggantung di permukaan air, dan suara-suara alam mendominasi ruang pendengaran.

Di tempat ini, waktu seolah melambat dan kehidupan menjadi lebih sederhana, lebih bermakna. Tidak heran jika banyak orang memilih telaga ini untuk lokasi prewedding ataupun sekadar healing dari stres kehidupan modern.

Selanjutnya adalah Situ Wulukut, yang mulai dikenal sebagai destinasi wisata alam baru di Kuningan. Terletak di desa Kertayuga, Kecamatan Nusaherang, danau ini menawarkan pemandangan perbukitan hijau yang mengelilingi air tenang seperti cermin.

Situ Wulukut menyuguhkan ketenangan yang sempurna dengan udara segar dan latar suara alam yang damai. Tidak seperti tempat wisata yang sudah lebih dahulu populer, Situ Wulukut masih tergolong sepi dan alami, cocok bagi mereka yang mencari keheningan dan keaslian alam.

Aktivitas seperti piknik, memancing, atau sekadar duduk di tepi danau sambil menyeruput kopi bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan di sini. Pemerintah setempat bersama masyarakat desa juga mulai membangun infrastruktur ringan seperti dermaga kecil dan spot foto dari bambu untuk menarik lebih banyak wisatawan tanpa menghilangkan sentuhan alaminya.

Tak kalah menarik adalah Cibuntu, desa wisata yang pernah dinobatkan sebagai salah satu desa terbaik di Indonesia. Cibuntu bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang luar biasa seperti air terjun kecil, sungai jernih, dan perbukitan yang hijau, tetapi juga kekayaan budaya serta kearifan lokal masyarakatnya.

Desa ini berhasil menggabungkan potensi wisata alam dan budaya secara harmonis. Pengunjung bisa menginap di homestay yang dikelola warga, mengikuti kegiatan membajak sawah, membuat kerajinan tangan, hingga menjelajahi jalur trekking ke situs-situs purbakala di sekitarnya.

Cibuntu menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata bisa tumbuh tanpa mengorbankan budaya dan kelestarian alam. Selain itu, keramahan penduduknya menjadi nilai tambah yang membuat siapa pun merasa diterima seperti keluarga sendiri.

Jika Anda mencari ketenangan, petualangan, dan keindahan yang masih murni, Kuningan adalah destinasi yang sangat layak untuk dijelajahi. Potensi wisata alamnya begitu besar namun tetap terjaga, dan setiap sudutnya menyimpan cerita serta suasana yang mengajak kita kembali berdamai dengan alam.

Dari puncak gunung hingga danau yang tenang, dari gemuruh air terjun hingga keheningan desa adat, semuanya berpadu menciptakan pengalaman wisata yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkaya jiwa. Jangan ragu untuk memasukkan Kuningan dalam daftar perjalanan Anda berikutnya, dan biarkan pesonanya menyapa Anda dalam cara yang paling tulus dan alami.

Penulis: Belvana Fasya Saad

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya