Liputan6.com, Jakarta Kekalahan Manchester United dari Tottenham dalam final Liga Europa yang digelar di Bilbao, Kamis (22/5/2025) dini hari WIB, bukan sekadar menutup musim dengan tangan hampa—tapi juga meninggalkan catatan kelam bagi sang penjaga gawang, Andre Onana.
Gol semata wayang dari Brennan Johnson cukup untuk memastikan kemenangan Tottenham 1-0 atas Setan Merah. Gol tersebut tercipta melalui penyelesaian jarak dekat yang mengecoh Onana, membuatnya menjadi sorotan utama atas kegagalan tim.
Advertisement
Fans pun tak bisa menahan kritik terhadap performa kiper asal Kamerun tersebut, yang dianggap kurang sigap mengantisipasi peluang lawan.
Rekor Buruk Andre Onana
Namun sorotan tak berhenti di laga tersebut. Onana kini mencatatkan rekor tak diinginkan sebagai kiper pertama yang mengalami kekalahan di tiga final Eropa bersama tiga klub berbeda.
Sebelumnya, ia harus puas sebagai runner-up saat membela Ajax melawan Manchester United di final Liga Europa 2017, kemudian kembali gagal bersama Inter Milan di final Liga Champions 2023 saat menghadapi Manchester City.
Kini, kegagalan ketiga datang berseragam Manchester United, mempertegas musim suram bagi klub sekaligus Onana secara pribadi. Dari total 50 penampilannya bersama United musim ini, Onana telah kebobolan sebanyak 65 gol—angka yang tentu tidak mencerminkan performa ideal seorang penjaga gawang di level elite.
Situasi Pelik MU
Kekalahan ini membawa konsekuensi besar bagi Manchester United. Tidak hanya gagal merebut trofi, mereka juga dipastikan absen dari semua kompetisi Eropa musim depan.
Situasi semakin pelik karena mereka kini berpotensi mengakhiri musim di posisi ke-17 Liga Primer Inggris—prestasi terburuk dalam sejarah modern klub.
Kabar terbaru bahkan menyebutkan bahwa manajemen klub siap melepas hampir semua pemain di bursa transfer mendatang sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran.
Sumber: The Sun