Seorang anak laki-laki Palestina mengorek sisa-sisa sup kacang miju-miju yang tersisa di dalam panci, di depan titik distribusi makanan di kamp pengungsian dekat pelabuhan Kota Gaza pada 22 Mei 2025. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan pada Rabu (21/5/2025) bahwa mereka sedang berupaya menyalurkan bantuan yang sangat dibutuhkan warga Palestina di Gaza. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Truk-truk bantuan kemanusiaan telah masuk sejak awal pekan ini, namun penyalurannya terhambat oleh kekhawatiran dan pembatasan militer Israel. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Sebelumnya, karena tekanan internasional, Israel akhirnya mengizinkan puluhan truk bantuan kemanusiaan memasuki Gaza. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Diketahui, sejak 2 Maret 2025, Israel memblokade semua bantuan kemanusiaan yang memasuki wilayah Gaza. Ini dilakukan untuk memberi tekanan akan tuntutan pembebasan semua sandera yang masih ditahan pihak Hamas. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Imbas tindakan Israel yang memblokade pengiriman bantuan kebutuhan pokok ke Gaza, lebih dari 65.000 anak di Jalur Gaza terancam kelaparan dan kekurangan gizi. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan, ribuan bayi Palestina di Gaza bisa meninggal dalam beberapa hari tanpa makanan dan bantuan medis segera. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Pada Senin 19 Mei 2025, Kepala kemanusiaan PBB, Tom Fletcher memperingatkan bahwa 14.000 bayi di Gaza bisa meninggal jika tidak segera menerima nutrisi dan perawatan yang mendesak. (Omar AL-QATTAA/AFP)