Tekanan di Manchester United Makin Berat, Pemain Ini Tangisi Kepergian Ruben Amorim

Ruben Amorim bergabung dengan Manchester United sebagai pengganti Erik ten Hag, kini tengah mengalalami kesulitan dan membawa klub itu terpuruk di atas zona degradasi

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 23 Mei 2025, 06:00 WIB
Ekspresi Ruben Amorim usai Manchester United kalah dari Tottenham di final Liga Europa 2024/2025. (AP Photo/Bernat Armangue)

Liputan6.com, Jakarta Gelandang Sporting CP Pedro Goncalves mengaku sempat menangis setelah Ruben Amorim mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan klub untuk bergabung dengan Manchester United

Pedro Goncalves menyebut keluarnya Ruben Amorim di pertengahan musim dari Sporting bikin dia sedih. Dia memuji pendekatannya yang seperti seorang ayah dalam mengelola klub di Portugal.

Amorim bergabung dengan MU pada bulan November lalu sebagai pengganti Erik ten Hag yang dipecat. Dia seperti alami kesulitan di United, dan membawa klub itu terpuruk di atas zona degradasi. Dan ia mengalami kemunduran besar lagi pada Rabu malam setelah pemenang Liga Europa 2017 itu kalah di final tahun ini dari Tottenham.

MU memasuki pertandingan sebagai favorit, dan mendapat dukungan dari para penggemar dan pakar untuk mengamankan trofi sekali lagi. Namun, upaya Brennan Johnson yang ceroboh menjelang akhir babak pertama membuat klub itu semakin kecewa.

Amorim kembali ke Manchester tanpa trofi dan harus merasakan tekanan. Sebaliknya, bos Spurs Ange Postecoglou, yang juga sempat merasakan tekanan, kembali ke London utara dengan trofi untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.


Disebut Ikut Pindah ke Manchester United

Manajer Manchester United (MU), Ruben Amorim. (Darren Staples / AFP)

Namun, ada satu orang yang mendukung manajer asal Portugal itu untuk kembali ke performa terbaiknya. Dia adalah gelandang Sporting Goncalves, yang berbicara tentang pengaruh Amorim pada timnya sebelum ia tiba-tiba hengkang pada tahun 2024.

Dalam sebuah wawancara dengan Canal 11, pemain berusia 26 tahun itu, yang telah dikaitkan dengan reuni dengan mantan pelatihnya di Old Trafford, mengatakan: "Saya tidak akan berada di sini hari ini [tanpa dia].


Ruben Amorim Didoakan Raih Kesuksesan

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim menyeka wajahnya dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Brentford di Gtech Community Stadium, London, Inggris, Minggu (04/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/PA/John Walton)

"Kami memiliki ikatan yang sangat kuat, baik secara profesional maupun pribadi. Dia sangat menyukai istri saya dan peduli dengan kesejahteraan saya, baik di lapangan maupun dalam kehidupan keluarga saya. Dia tahu kapan pemain senang atau sedih, dan dia tahu persis apa yang harus dikatakan," ujarnya.

"Kami sedih. Saya mulai menangis karena saya sangat menyukainya, dan saya sedih. Saya tidak pernah menyuruhnya untuk tidak pergi; saya mendoakannya semoga sukses. Para pemain mengerti. Dia seperti ayah bagi kami. Kami sedih, tetapi kami mengerti. Saya mendoakan yang terbaik untuknya."


Masih Berhasil Memenangkan Gelar di Liga

Ruben Amorim menjadi pelatih The Red Devils kedua yang memenangkan derby Manchester Liga Inggris dalam jabatan pertamanya. Catatan pertama dipegang mantan manajer legendaris klub Sir Alex Ferguson. (Paul ELLIS/AFP)

Mengenang dampak kepergian Amorim, Goncalves menambahkan: "Kami ditinggalkan tanpa pelatih, tanpa kapten, tanpa penyerang, Paulinho, yang memberi kami banyak hal dan mencetak banyak gol penentu, ditambah Adan, yang merupakan penjaga gawang berpengalaman.

"Di tengah musim, kami merasa kehilangan beberapa pemimpin. Tim bersatu, dan berjalan dengan baik. Semua orang mencoba memimpin, dan Morten mulai muncul."

Meskipun Amorim meninggalkan Sporting, klub tersebut masih berhasil memenangkan gelar Liga Portugal di bawah tekanan berat dari rival dekatnya Benfica.

Sementara itu, Amorim mengalami masa-masa sulit di Manchester. Selain kekecewaan di Liga Europa, United telah tersingkir dari tiga kompetisi piala dan turun ke posisi ke-16 di Liga Premier.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya