Teleskop Hubble Bagikan Keindahan Galaksi Tetangga Bima Sakti

Galaksi ini juga memberikan pengaruh gravitasi yang signifikan, baik terhadap galaksi induknya maupun terhadap galaksi tetangganya, Small Magellanic Cloud (SMC).

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 23 Mei 2025, 03:00 WIB
Gambar menunjukkan apa yang telah diamati oleh para ilmuwan sebagai ledakan terbesar di alam semesta, terjadi di kluster galaksi Ophiuchus. (Liputan6/International Centre For Radio Astronomy Research)

Liputan6.com, Jakarta - Teleskop Luar Angkasa Hubble kembali memukau dunia sains dengan merilis citra pemandangan spektakuler dari Large Magellanic Cloud (LMC) atau Awan Magellan Besar pada 12 Mei 2025. Dalam foto yang dibagikan tim Hubble, galaksi kecil yang bisa dilihat dari belahan Bumi selatan ini tampil menawan, dengan warna-warna cerah yang menyerupai awan permen kapas di langit malam.

Melansir laman Live Science pada Kamis (22/05/2025), Awan Magellan Besar adalah galaksi satelit terbesar yang mengorbit Bima Sakti. Meskipun digolongkan sebagai galaksi katai (dwarf galaxy), LMC memiliki massa sekitar sepersepuluh dari Bima Sakti.

Galaksi ini juga memberikan pengaruh gravitasi yang signifikan, baik terhadap galaksi induknya maupun terhadap galaksi tetangganya, Small Magellanic Cloud (SMC). Galaksi ini terletak sekitar 160.000 tahun cahaya dari bumi dan menempati area langit di konstelasi Dorado dan Mensa.

LMC dapat dilihat dengan mata telanjang dari Bumi bagian selatan, terutama antara bulan Oktober hingga Februari. Keberadaannya telah lama dikenal oleh para astronom dan pelaut sejak zaman kuno.

Citra terbaru dari Hubble diambil menggunakan instrumen canggih Wide Field Camera 3 (WFC3) dengan lima filter berbeda. Filter ini memungkinkan pengambilan gambar pada berbagai panjang gelombang, termasuk ultraviolet, cahaya tampak, dan inframerah-dekat.

Kombinasi data dari berbagai spektrum ini kemudian dirangkai menjadi satu gambar berwarna palsu (false-color image). Citra Hubble menampilkan awan gas antar bintang yang bercahaya dalam berbagai warna, merah muda, biru, ungu, dan oranye dengan gugusan bintang muda yang terang dan padat.

 

Wilayah Aktif Pembentukan Bintang

LMC merupakan wilayah aktif pembentukan bintang. Salah satu area paling mencolok di dalamnya adalah Nebula Tarantula, kawasan pembibitan bintang paling aktif di Grup Lokal (kelompok galaksi yang mencakup Bima Sakti).

Nebula ini menampilkan kompleks interaksi antara radiasi bintang muda, gelombang kejut supernova, dan gas antar bintang. Di balik pesona visualnya, LMC memiliki peran penting dalam masa depan galaksi kita.

Para astronom memprediksi bahwa dalam waktu sekitar 2,4 miliar tahun, LMC akan mengalami interaksi gravitasi yang signifikan dengan Bima Sakti. Fenomena ini mempercepat fusi galaksi yang lebih besar, termasuk pertemuan dengan galaksi Andromeda yang diperkirakan akan terjadi dalam 4 hingga 5 miliar tahun.

Menariknya, LMC dan SMC tidak hanya berdekatan di langit, tetapi juga secara fisik terhubung oleh struktur gas yang dikenal sebagai Jembatan Magellan (Magellanic Bridge). Struktur ini merupakan jalur gas dan debu antar bintang yang menghubungkan kedua galaksi dan menjadi bukti bahwa mereka pernah berinteraksi kuat secara gravitasi.

Penelitian terkini juga menunjukkan bahwa Awan Magellan Kecil mungkin bukan satu galaksi tunggal, melainkan dua galaksi yang sedang bergabung atau terpecah oleh tarikan gravitasi Bima Sakti. Sementara itu, baik LMC maupun SMC diperkirakan telah menjadi satelit Bima Sakti selama sekitar 1,5 miliar tahun dan terus mengalami perubahan bentuk akibat interaksi gravitasi kompleks dalam lingkungan galaksi kita.

(Tifani)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya