Liputan6.com, Surabaya - Suporter setia Persebaya, Bonek, menyambut gembira realisasi wacana penurunan harga sewa Stadion Gelora Bung Tomo oleh Pemkot Surabaya. Bagi para supporter penurunan harga sewa lapangan sedikit banyak akan mempengaruhi Harga tiket nonton Persebaya di kendang, sehingga supporter dan masyarakat Surabaya pada umumnya bisa ikut andil mendukung langsung Persebaya saat berlaga di kendang.
Sekretaris Cangkrukan Malem Seloso (CMS) Toni Rupilu, sebagai salah satu lini supporter setia Persebaya, menyambut baik realisasi wacana penurunan harga sewa GBT untuk Persebaya.
Advertisement
"Menurut saya sangat baik (realisasi penurunan harga sewa GBT), karena otomatis akan menurunkan Harga tiket nonton Persebaya," kata, Cak Toni, sapaan akrabnya.
Cak Toni juga mengatakan, GBT praktis hanya dipakai Persebaya, sudah sewajarnya Harga sewa tidak terlalu mahal. Sementara untuk penggunaan fun football, orang lebih memilih lapangan Tambaksari.
Dirinya berharap, penurunan harga sewa GBT tidak mengendurkan pengelolaan stadion tersebut sehingga GBT akan terus berbenah.
"Bonek akan terus menjaga serta merawat stadion. Semoga Persebaya sebelum 1 abad nanti sudah mengantongi piala Liga Indonesia lagi," katanya.
Target Realisasi
Sebelumnya, Pemkot Surabaya melalui Wali Kota Eri Cahyadi akan merealisasikan rencana penurunan Harga sewa Stadion GBT. Hal itu merupakan bentuk dukungan Eri dan Pemkot Surabaya kepada persebaya sebagai klub kebanggaan. Langkah ini juga diambil pemkot sebagai upaya agar Persebaya tetap berkandang di GBT di musim liga 2025/2026.
Eri menegaskan, dukungan Pemkot ke Persebaya tidak bisa lagi dalam bentuk dana, mengingat Persebaya sudah menjadi klub sepakbola professional.
"Persebaya dan Surabaya tidak bisa dipisahkan. Saya ingin sewa stadion ini turun agar mereka tetap bermain di rumah sendiri," katanya kepada wartawan, Rabu (21/5/2025).
Seperti diketahui, Harga sewa GBT diatur dalam Perda Kota Surabaya No 7 tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, yang ditindaklanjuti oleh Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 43 Tahun 2024.
Dalam aturannya harga sewa GBT untuk pertandingan non-komersial mencapai Rp11,4 juta per jam, sedangkan untuk pertandingan komersial tingkat nasional tarifnya mencapai Rp22 juta per jam. Biaya tambahan seperti penggunaan generator dan air masing-masing dikenakan Rp2,2 juta per jam dan Rp2,5 juta per hari.
Untuk merealisasikan wacana itu, Pemkot berkoordinasi dengan DPRD dan dinas terkait untuk bisa merevisi perda yang sudah ada. Sebelumnnya sudah dilakukan pembahasan awal antara Pemkot dan manajemen Persebaya, pada Senin (19/5/2025) lalu. Dalam pertemuan itu muncul kesepahaman tentang pentingnya penurunan Harga sewa GBT.
Pemkot Surabaya sendiri mematok target, harga sewa GBT yang baru nanti sudah bisa diterapkan mulai Agustus 2025.