Liputan6.com, Jakarta - Setu Babakan di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, merupakan salah satu pusat pelestarian budaya Betawi yang wajib dikunjungi. Kampung budaya ini menjadi destinasi wisata budaya sekaligus menyediakan ruang terbuka hijau yang menghubungkan masyarakat dengan alam.
Mengutip dari laman resmi Setu Babakan, terdapat dua danau di jantung Setu Babakan yang berfungsi sebagai sumber irigasi dan tempat rekreasi. Danau ini dikelilingi pepohonan rindang, sehingga terasa sejuk dan nyaman. Pengunjung dapat menikmati pemandangan indah sambil melakukan berbagai kegiatan air yang menyenangkan, seperti memancing, menaiki perahu, atau sekadar bersantai di tepi danau.
Advertisement
Sebagai pusat kebudayaan Betawi, Setu Babakan menawarkan pengalaman mendalam tentang tradisi masyarakat asli Jakarta. Pengunjung juga dapat melihat berbagai ikon Betawi yang khas di sini.
Rumah Adat
Pengunjung dapat menyaksikan langsung keindahan rumah adat Betawi yang dibangun dengan arsitektur khas. Rumah adat ini juga menggambarkan kehidupan masyarakat Betawi tempo dulu.
Rumah-rumah tersebut dikelompokkan dalam beberapa tipe, seperti rumah kebaya, rumah gudang, dan rumah joglo. Masing-masing rumah tersebut memiliki keunikan tersendiri.
Rumah kebaya, misalnya, yang memiliki atap berbentuk menyerupai lipatan kebaya tradisional, yakni atap pelana berlapis-lapis. Selain fungsional, bentuk atap ini juga bermakna simbolis sebagai tanda keterbukaan pemilik rumah terhadap tamu.
Salah satu unsur menarik dari rumah adat Betawi adalah desain teras atau bale-balenya yang mengutamakan keterbukaan dan interaksi sosial. Gaya arsitektur ini mencerminkan filosofi kebersamaan dan gotong royong yang kuat.
Selain itu, rumah adat Betawi di Setu Babakan juga dihiasi dengan ornamen-ornamen khas, seperti ukiran kayu dengan motif flora dan fauna yang melambangkan hubungan masyarakat Betawi dengan alam sekitarnya. Pada bagian dinding didominasi warna-warna cerah, seperti merah, hijau, dan kuning. Warna-warna tersebut mencerminkan keceriaan dan semangat hidup masyarakat Betawi.
Museum
Setu Babakan juga memiliki bangunan museum bernama Museum Betawi atau Museum Betawi Setu Babakan. Museum ini menampilkan koleksi terkait kegiatan yang dilakukan oleh suku Betawi.
Masa pembangunan museum ini memakan waktu tiga tahun pada 2012 hingga 2015. Awalnya, museum ini diperuntukkan sebagai unit pengelola kawasan Perkampungan Budaya Betawi. Pada 30 Juli 2017, museum dibuka secara resmi dan dibuka untuk kunjungan umum pada pelaksanaan Lebaran Betawi ke-11.
Pada awal pembukaan, museum ini hanya memiliki satu ruangan yang memamerkan koleksi pinjaman dari beragam museum seperti, Museum Fatahillah, Gedung Mohammad Hoesni Thamrin, Museum Tekstil, Museum Wayang, dan Museum Bahari. Kemudian pada 2018, ruang pamer diperluas menjadi dua lantai.
Saat ini, Lantai 1 hingga Lantai 3 Museum Betawi Setu Babakan difungsikan sepenuhnya sebagai ruang pameran. Pada 11 Januari 2022, museum ini terdaftar secara resmi dan masuk ke dalam data yang disusun oleh Direktorat Pelindungan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Aula
Pengunjung juga berkesempatan menyaksikan pertunjukan kesenian tradisional yang rutin diadakan di aula atau panggung terbuka. Berbagai seni pertunjukan yang masih sering dipentaskan adalah lenong, tari topeng betawi, gambang kromong, dan masih banyak lagi.
Aula Setu Babakan dibangun dengan arsitektur yang mencerminkan gaya tradisional Betawi dengan sentuhan modern untuk memenuhi kebutuhan beragam acara. Aula ini menjadi tempat berbagai kegiatan, mulai dari acara kesenian, pertemuan adat, hingga upacara pernikahan tradisional Betawi.
Aula Setu Babakan tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi simbol pelestarian dan penyebarluasan kebudayaan Betawi kepada generasi muda dan wisatawan. Masyarakat Betawi terus menjaga identitas mereka, menghidupkan kembali tradisi-tradisi lama, dan membangun kebersamaan dalam kebudayaan yang terus berkembang.
Setu Babakan juga menjadi lokasi penyelenggaraan upacara-upacara adat Betawi, seperti perkawinan adat Betawi dan Lebaran Betawi. Selain itu, budaya Betawi juga terasa kental melalui sajian kuliner khas di setiap sudut Setu Babakan, seperti soto betawi, kerak telor, hingga bir pletok.
Berbagai kegiatan yang digelar di Setu Babakan ini menjadi jembatan penghubung antara generasi muda dengan warisan leluhur mereka agar terus lestari. Setu Babakan adalah tempat di mana kebudayaan, sejarah, dan alam bersatu.
Penulis: Resla