Penandatanganan MoU PJT II dan Pemkot Bekasi Fokus pada Penataan Irigasi Kali Bekasi

Imam menyebut Kali Bekasi sebagai salah satu sungai yang mengalami tantangan serius akibat penyempitan alur dan penurunan kualitas lingkungan.

oleh Tim NewsDiperbarui 20 Mei 2025, 20:35 WIB
Perum Jasa Tirta II (PJT II) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Bekasi terkait normalisasi dan penataan lahan pengairan/irigasi di Kali Bekasi. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Perum Jasa Tirta II (PJT II) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Bekasi terkait normalisasi dan penataan lahan pengairan/irigasi di Kali Bekasi. penandatanganan itu juga bagian dari menyambut momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei 2025. 

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PJT II Imam Santoso dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka.

Direktur Utama PJT II Imam Santoso menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya merupakan upaya teknis pengelolaan sungai, tetapi juga bagian dari penguatan ketahanan air nasional serta kebangkitan semangat gotong royong.

“Kami tidak hanya membenahi sungai, kami membangkitkan kembali nilai-nilai kebangsaan dalam bentuk yang paling nyata yakni lingkungan sehat dan kerja bersama,” ujar Imam Santoso dalam keterangannya.

Imam menyebut Kali Bekasi sebagai salah satu sungai yang mengalami tantangan serius akibat penyempitan alur dan penurunan kualitas lingkungan. Penataan sungai ini, menurutnya, merupakan langkah strategis karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akan sumber air yang bersih dan andal.

“Air bukan hanya komoditas, tapi warisan. Ketika kita mengelola sungai dengan benar, kita sedang membangun warisan peradaban untuk anak cucu kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan air tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan lintas sektor, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.

“Semangat Hari Kebangkitan Nasional tahun ini kami maknai sebagai ajakan untuk bangkit bersama. Sungai adalah milik kita semua. Mari kita semua pemangku kepentingan menjaga, melestarikan, dan merawatnya,” ujarnya.

 

Dukung Upaya Normalisasi

Direktur Utama Perum Jasa Tirta II (PJT II), Imam Santoso, melakukan kunjungan kerja ke Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada Kamis pagi (1/5/2025). (Istimewa)

Langkah kolaboratif antara PJT II dan Pemkot Bekasi disebut Imam sebagai bagian dari visi besar untuk mengarusutamakan pengelolaan air sebagai upaya diplomasi global. Saat ini, PJT II juga aktif dalam berbagai forum internasional terkait tata kelola sumber daya air.

“Kami ingin menunjukkan bahwa dari sungai-sungai di Indonesia, kita bisa berkontribusi pada tata kelola air global. Dimulai dari normalisasi dan penataan dari Kali Bekasi ini, kita sedang menulis kisah baru tentang ketahanan air bangsa,” jelas Imam.

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan sumber daya air, PJT II terus mendukung upaya normalisasi dan penataan lahan pengairan. Fokus utamanya meliputi pembersihan sedimentasi, penataan alur, dan peningkatan kapasitas hidrologi untuk mitigasi banjir dan pemulihan ekosistem sungai.

“Bagi kami, ketahanan air nasional dimulai dari sungai-sungai yang bersih dan berfungsi optimal. Dan ketahanan air adalah bagian dari ketahanan bangsa,” kata Imam.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk pengelolaan air di Indonesia.

“Kalau kita bisa mengelola satu sungai dengan baik, kita sedang menularkan harapan untuk sungai-sungai lain di seluruh Indonesia. Dari sinilah kebangkitan sejati dimulai,” tutupnya.

 

Infografis: Sumber Air Baku PAM Jaya Untuk DKI Jakarta (Liputan6.com / Triyasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya