Liputan6.com, Jakarta Di tengah kenaikan kasus COVID-19 di sejumlah negara Asia seperti Singapura, Hong Kong, dan Thailand, epidemiolog Dicky Budiman mengimbau kelompok berisiko untuk segera melakukan vaksin booster. Ia menyarankan vaksin yang melindungi saluran pernapasan, seperti vaksin influenza dan COVID-19.
Kelompok rawan yang dimaksud Dicky termasuk diantaranya orang lanjut usia (lansia) dengan penyakit penyerta atau komorbid.
Advertisement
"Kalau ingin meningkatkan proteksi kelompok yang sudah masuk kategori lansia yang punya komorbid apalagi yang sering bepergian, liburan, atau didatangi anak yang punya mobilitas tinggi, ya penting," kata Dicky kepada Health Liputan6.com pada Selasa, 20 Mei 2025.
Menurut Dicky, vaksinasi booster tidak perlu dilakukan setiap tahun. Bisa tiap dua tahun sekali untuk meningkatkan perlindungan terhadap virus penyebab COVID-19.
Kenapa perlu vaksin booster?
Pada lansia dengan komorbid, bila terinfeksi influenza dan COVID-19 bisa membahayakan nyawa. Maka diperlukan perlindungan tambahan yang dilakukan secara berulang untuk menjaga imunitas tubuh.
"Lansia yang punya komorbid ini populasi unik. Bila tertular penyakit saluran pernapasan bisa menyebabkan dalam kondisi sangat berbahaya," kata Dicky.
Tidak Panik tapi Tetap Waspada
Dicky juga mengatakan meski terjadi kenaikan kasus COVID-19 di beberapa negara Asia, masyarakat Indonesia tidak perlu panik berlebihan. Namun, terpenting untuk tetap waspada.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjalankan perilaku hidup sehat. Mulai dari mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang agar imunitas kuat.
Lalu, tak ketinggalan memakai masker di saat-saat penting seperti saat berada di kerumunan dalam ruangan atau ada orang batuk dalam ruangan tersebut. Lalu, Dicky juga mengingatkan untuk kembali rajin mencuci tangan memakai sabun di bawah air mengalir.
Kasus COVID-19 di Indonesia
Meski kasus melonjak di luar negeri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan bahwa situasi di Tanah Air masih aman.
"Di tengah dinamika global, kami ingin menyampaikan bahwa kondisi di Indonesia tetap aman," Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, dalam keterangan pers, Senin (19/5).
"Surveilans penyakit menular, termasuk COVID-19, terus kami perkuat, baik melalui sistem sentinel maupun pemantauan di pintu masuk negara,” lanjutnya.