Top 3 News: Kejagung Bantah Isu Pencopotan Jabatan Jaksa Agung ST Burhanuddin

Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah isu yang menyebut Jaksa Agung, ST Burhanuddin akan digantikan oleh pejabat yang lain. Itulah top 3 news hari ini.

oleh Devira PrastiwiNanda Perdana PutraAdy AnugrahadiMuhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 20 Mei 2025, 08:30 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin menerima kunjungan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah isu yang menyebut Jaksa Agung, ST Burhanuddin akan digantikan oleh pejabat yang lain. Itulah top 3 news hari ini.

Hal itu sebagaimana informasi yang beredar di media sosial Tiktok dengan akun @buceh_2024. Dalam unggahan tersebut, dikabarkan ST Burhanuddin telah berpamitan dengan internal Kejagung pada 17 Mei 2025. Harli pun menyatakan isu tersebut adalah berita bohong alias hoaks.

Tidak ketinggalan, surat pergantian Jaksa Agung disebut-sebut telah sampai ke meja Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg). Adapun sosok yang akan menggantikan jabatan Jaksa Agung adalah Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani.

Sementara itu, keberadaan mantan caleg PDIP, Harun Masiku, masih menjadi misteri hingga saat ini. Sosoknya sudah menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama lima tahun terakhir dalam kasus suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024.

Pada sidang di Pengadilan Tipikor yang mendudukkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai terdakwa dalam kasus tersebut, Jumat 16 Mei 2025, penyelidik KPK Arif Budi Raharjo yang dihadirkan sebagai saksi mengatakan, sudah mengetahui keberadaan Harun Masiku saat rencana operasi tangkap tangan (OTT) coba dilakukan pada 8 Januari 2020. Namun sayangnya, penindakan tersebut gagal dan Harun hilang hingga hari ini.

Tim hukum Hasto pun bertanya, mengapa KPK tidak langsung menangkap jika mengaku tahu. Namun Arif mengaku, penangkapan membutuhkan koordinasi.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait polisi mengungkap kasus perampokan bersenjata di sebuah toko Alfamart di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang viral di media sosial.

Hasil pemeriksaan, ternyata perampokan itu sudah direncanakan secara matang antara asisten kepala toko, sebagai otak pelaku bersama dua rekannya.

Hal itu terungkap setelah Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku yang terlibat dalam peristiwa ini. Ketiganya adalah DFS (26), TA (25) dan AYA (24) yang merupakan asisten kepala toko di lokasi kejadian.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Senin 19 Mei 2025:

1. Kejagung Bantah Isu Pencopotan Jabatan Jaksa Agung ST Burhanuddin

Jaksa Agung ST Burhanuddin. (foto: dokumentasi Kejagung)

Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah isu yang menyebut Jaksa Agung, ST Burhanuddin akan digantikan oleh pejabat yang lain. Hal itu sebagaimana informasi yang beredar di media sosial Tiktok dengan akun @buceh_2024.

"Tidak benar itu," tutur Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar saat konfirmasi, Senin 19 Mei 2025.

Dalam unggahan tersebut, dikabarkan ST Burhanuddin telah berpamitan dengan internal Kejagung pada 17 Mei 2025. Harli pun menyatakan isu tersebut adalah berita bohong alias hoaks.

Tidak ketinggalan, surat pergantian Jaksa Agung disebut-sebut telah sampai ke meja Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg). Adapun sosok yang akan menggantikan jabatan Jaksa Agung adalah Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani.

 

Selengkapnya...

2. Novel Baswedan Ngaku Pernah Tawarkan Bantuan Tangkap Harun Masiku, tapi Ditolak Firli Bahuri

Mantan Kasatgas Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku prihatin dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan permohonan masa jabatan Pimpinan KPK menjadi 5 tahun.

Keberadaan mantan caleg PDIP, Harun Masiku masih menjadi misteri hingga saat ini. Sosoknya sudah menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama lima tahun terakhir dalam kasus suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024.

Pada sidang di Pengadilan Tipikor yang mendudukkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai terdakwa dalam kasus tersebut, Jumat 16 Mei 2025, penyelidik KPK Arif Budi Raharjo yang dihadirkan sebagai saksi mengatakan, sudah mengetahui keberadaan Harun Masiku saat rencana operasi tangkap tangan (OTT) coba dilakukan pada 8 Januari 2020. Namun sayangnya, penindakan tersebut gagal dan Harun hilang hingga hari ini.

Tim hukum Hasto pun bertanya, mengapa KPK tidak langsung menangkap jika mengaku tahu. Namun Arif mengaku, penangkapan membutuhkan koordinasi.

Diketahuinya, lokasi Harun Masiku memang sudah terdeteksi oleh KPK. Salah satunya dari mantan penyidik KPK Novel Baswedan. Namun, koordinasi dengan pimpinan KPK saat itu, Firli Bahuri tidak ada, sehingga sebagai anggota, Novel dan tim belum dapat bertindak.

"Kami mengetahui posisi Harun Masiku, karena beberapa di antara kami adalah orang yang ditugasi untuk melakukan pencarian Harun Masiku. Pengetahuan tersebut kemudian disampaikan ke KPK, bahkan dipublikasi agar semua pimpinan (Firli dkk) mengetahui. Harapannya bisa segera ditangkap, karena posisinya memang ada dalam daftar pencarian orang. Tetapi hal itu tidak dilakukan," kata Novel melalui pesan singkat diterima, Senin, 19 Mei 2025.

 

Selengkapnya...

3. Perampokan Viral di Minimarket Tanah Abang, Ternyata Skenario dari Kepala Asisten Toko

Ilustrasi Perampokan. (Ricarda Mölck/Pixabay)

Polisi mengungkap kasus perampokan bersenjata di sebuah toko Alfamart di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang viral di media sosial. Hasil pemeriksaan, ternyata perampokan itu sudah direncanakan secara matang antara asisten kepala toko, sebagai otak pelaku bersama dua rekannya.

Hal itu terungkap setelah Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku yang terlibat dalam peristiwa ini. Ketiganya adalah DFS (26), TA (25) dan AYA (24) yang merupakan asisten kepala toko di lokasi kejadian.

Peristiwa itu terjadi di Alfamart Jl KH Mas Mansyur No. 90, Kebon Melati, Tanah Abang pada Kamis, 15 Mei 2025, sekitar pukul 04.28 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, mulanya AYA mengambil sendiri uang Rp20 juta dari brankas dan menyerahkannya kepada DFS. Uang itu kemudian di-top-up ke saldo dompet digital melalui kasir. Ketiga karyawan itu tak mengetahui skenario perampokan.

"Tanggal 15 Mei 2025 tanpa sepengetahuan karyawan alfamart lain, AYA (asisten kelapa toko) mengambil uang di brankas toko sebesar Rp. 20.000.000 lalu menyerahkan kepada tersangka DFS di area WC toko Alfamart sekitar pukul 01.00 WIB," kata Ade Ary dalam ketarangannya, Minggu, 18 Mei 2025.

 

Selengkapnya...

Infografis Jaksa Agung dan Wacana Kajian Hukuman Mati Koruptor. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya