Polisi Siapkan Skenario Rekayasa Lalu Lintas Jelang Demo Ojol 20 Mei 2025

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan skema rekayasa lalu lintas saat demo pengemudi ojek online

oleh Ady AnugrahadiDiperbarui 19 Mei 2025, 19:25 WIB
Ratusan pengendara ojek online (ojol) menggelar demo di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (5/1/2022). (Liputan6.com/ Muhammad Radityo Priyasmoro)

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan skema rekayasa lalu lintas saat demo pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online di tiga yaitu Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan, dan Gedung DPR RI pada Selasa, 20 Mei 2025.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, menyampaikan pengalihan arus bersifat situasional. Namun, pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah antisipasi menyusul besarnya potensi konsentrasi massa.

"Pengalihan ini sifatnya insidentil. Maksudnya kita lagi analisis, sejauh mana sekiranya potensi-potensi. Intinya kalau pengalihan itu sudah pilihan terakhir gitu," kata dia, Senin (19/5/2025).

Dia mengatakan, skema pengalihan mengacu pada pengamanan-pengamanan unjuk rasa sebelumnya.

"Seperti biasanya kalau seputaran di Patung Kuda nanti pengalihannya kita belokkan ke Budi Kemuliaan. Kemudian di seputaran Tugu Tani. Kemudian ke Harmoni Tomang. Tapi itu nanti kita sedang membuat flyer," ucap dia.

Meski belum ada keputusan penutupan jalan, Argo mengimbau masyarakat untuk menghindari sejumlah titik rawan kepadatan, seperti kawasan Medan Merdeka, Bundaran Patung Kuda, dan Gedung DPR.

Waspadai Penumpukan Penumpang

Pengemudi ojek online (ojol) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/2/2020). Aksi demo ratusan sopir ojek online dipicu karena ada usulan anggota DPR yang ingin ojek online tidak mengangkut penumpang, melainkan hanya mengangkut barang. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Kepolisian juga memastikan rekayasa lalu lintas tetap disiapkan secara fleksibel mengikuti situasi lapangan.

"Rekayasa ataupun pengalihan, tapi sifatnya situasional kita lihat seperti apa. Itu adalah pilihan terakhir. Namun kita imbau ke masyarakat supaya menghindari area seputaran Medan Merdeka, Bundaran Patung Kuda, sama seputaran DPR. Karena memang jumlahnya (massa) cukup banyak seperti itu," ujar dia.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya juga mewaspadai potensi penumpukan di terminal maupun pusat keramaian lainnya jika layanan transportasi daring dihentikan sementara oleh para pengemudi.

"Nanti tetap kita imbau dengan public address. Di lokasi-lokasi itu tetep akan disiagakan petugas. Tapi fokusnya lalu lintas ini kan terkait jalur, karena sudah ada pos bagian-bagian masing-masing. Jadi tetap diupayakan supaya tidak terjadi penumpukan. Kita akan coba carikan kantong-kantong, artinya masyarakat tetap diberikan prioritas utama," tandas dia.

Infografis Kriteria Bonus Hari Raya (BHR) Ojol dan Kurir Online 2025 (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya