Tari Ronga Wekoila, Tarian Romansa Cinta Segitiga ala Suku Tolaki

Cerita rakyat tersebut mengisahkan tentang Mokoli Ramandalangi. Ia adalah Raja Konawe yang jatuh cinta kepada Wekoila.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 27 Mei 2025, 01:00 WIB
Lokasi wisata kuliner Water Sport Kendari, kini menjadi spot nongkrong favorit setelah sebelumnya menjadi lokasi THM.(Foto: Dokumen mesuko.id)

Liputan6.com, Kendari - Tari ronga wekoila merupakan tari kreasi khas suku Tolaki yang mendiami wilayah Kendari dan Konawe, Sulawesi Tenggara. Tarian ini mengisahkan kisah cinta segitiga yang selama ini berkembang sebagai cerita rakyat.

Mengutip dari laman Indonesia Kaya, masyarakat suku Tolaki memiliki kebudayaan nomaden dan hidup secara gotong-royong. Dalam budaya mereka, terdapat sebuah cerita rakyat yang berkisah tentang Kerajaan Padangguni (sekarang Konawe).

Cerita rakyat tersebut mengisahkan tentang Mokoli Ramandalangi. Ia adalah Raja Konawe yang jatuh cinta kepada Wekoila.

Ternyata, rasa cinta Mokoli tidak bertepuk sebelah tangan. Mokoli dan Wekoila saling jatuh cinta dan memutuskan menikah.

Namun, Mokoli sempat memberi harapan cinta kepada perempuan lain bernama Anamia Ndopo. Ini terjadi sebelum ia jatuh cinta kepada Wekoila.

Hal tersebut membuat Anamia sakit hati. Saat acara pernikahan berlangsung, Anamia menyamar sebagai penari lariangi dan membunuh Raja Mokoli Ramandalangi.

Sesaat sebelum mengembuskan napas terakhir, Raja Mokoli Ramandalangi memberikan sesuatu sebagai tanda kepada Wekoila untuk melanjutkan Kerajaan Padangguni. Adapun bagi masyarakat Konawe, Wekoila dipercaya sebagai titisan ratu adil yang turun dari langit.

 

Dipentaskan 10 Orang

Dari cerita rakyat tersebut, lahirlah tari kreasi tari ronga wekoila. Tarian ini biasanya dipentaskan oleh 10 orang yang terdiri dari empat penari laki-laki, empat penari perempuan, serta dua penari yang berperan sebagai Raja Mokoli Ramandalangi dan Wekoila.

Pakaian penari menggunakan pakaian adat Sulawesi Tenggara yang biasa disebut babung gisasamani dengan beberapa modifikasi. Hal tersebut membuat pakaian tarian ini menjadi lebih berwana dan meriah.

Tari ronga wekoila bukan sekadar seni pertunjukan biasa. Tarian ini memiliki unsur pertunjukkan drama kolosal yang menghibur sekaligus menyentuh.

Penulis: Resla

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya