Mendag Pede Pertumbuhan Ekspor 7,1% Capai Target

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan optimisme kuat target pertumbuhan ekspor nasional sebesar 7,1 persen pada tahun ini akan tercapai. Hal ini disampaikan dalam acara Kick Off Astra Export Champion: UMKM "BISA" Ekspor.

oleh Septian DenyDiterbitkan 19 Mei 2025, 16:00 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/10). Penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor menyebabkan surplus neraca dagang pada September 2016 mencapai US$ 1,22 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan optimisme kuat target pertumbuhan ekspor nasional sebesar 7,1 persen pada tahun ini akan tercapai. Hal ini disampaikan dalam acara Kick Off Astra Export Champion: UMKM "BISA" Ekspor, Senin (19/5/2025).

Dalam sambutannya, Mendag mengungkapkan kinerja ekspor nasional pada triwulan pertama 2025 telah menunjukkan tren positif, yang menjadi sinyal kuat pencapaian target tahunan. 

“Tahun lalu ekspor kita itu naik 2,29 persen ya. Target kita 7,1 persen. Kemudian dalam tiga bulan, ya Januari–Maret, itu ekspor kita naik 7,8 persen,” ujar Budi.

Meski diakuinya tantangan global masih membayangi seperti perang dagang, Budi menegaskan pentingnya menjaga semangat optimisme. Ia menilai kekuatan UMKM saat ini semakin solid, baik dari segi kualitas produk maupun kemampuan adaptasi terhadap pasar internasional.

“Tapi kita harus tetap optimis bahwa target 7,1 persen dapat tercapai. Apalagi sekarang UMKM kita ini sudah luar biasa. UMKM kita sendiri kualitasnya bagus,” lanjutnya.

Budi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, institusi swasta, dan komunitas pembina UMKM dalam membangun ekosistem ekspor yang sehat dan berkelanjutan. 

 

 

Kualitas Produk Dalam Negeri

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (25/5). Kenaikan impor dari 14,46 miliar dolar AS pada Maret 2018 menjadi 16,09 miliar dolar AS (month-to-month). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menurutnya, kualitas produk dalam negeri yang terus meningkat menjadi prasyarat untuk bisa bersaing di pasar global.

“Kita juga punya program yang bangga beli dan pakai buatan Indonesia. Tapi syaratnya produk dalam negeri harus mempunyai daya saing, harus bagus. Kalau kita mempunyai daya saing, berarti kita juga bisa bersaing dengan produk-produk impor,” katanya.

Mendag juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung gerakan ekspor UMKM sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

 

 

Nilai Transaksi Program UMKM Bisa Ekspor 

Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Surplus ini didapatkan dari ekspor September 2021 yang mencapai US$20,60 miliar dan impor September 2021 yang tercatat senilai US$16,23 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Budi menjelaskan sepanjang Januari hingga April 2025, program UMKM Bisa Ekspor yang didukung oleh Kementerian Perdagangan telah berhasil menjembatani 246 kegiatan business matching antara UMKM Indonesia dan buyer internasional. Kegiatan tersebut mencakup 165 sesi pitching dan 81 pertemuan dengan calon pembeli dari luar negeri.

“Jadi sampai dengan April itu sudah ada 246 business matching, yang terdiri dari 165 pitching dan 81 pertemuan dengan buyer. Dan semua online Pak,” jelas Budi.

Dari kegiatan tersebut, tercatat total nilai transaksi mencapai USD 57,61 juta atau sekitar Rp 950 miliar. Hal yang menarik, menurut Budi sebagian besar UMKM yang terlibat dalam transaksi ini bahkan belum pernah melakukan ekspor sebelumnya. 

Hal ini menunjukkan potensi besar yang bisa dikembangkan jika dukungan pembinaan dan fasilitasi dilakukan secara tepat sasaran.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya