Jelang Final di Bilbao, Ruben Amorim Mulai Tunjukkan Pakem Starting XI MU

Ruben Amorim tak menyembunyikan niatnya menjelang final Liga Europa melawan Tottenham. Hanya lima hari sebelum laga krusial di San Mames, sang pelatih menurunkan line-up terbaik, seperti yang sudah ia isyaratkan sebelumnya

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 19 Mei 2025, 12:23 WIB
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim tertunduk lesu setelah timnya kalah dari West Ham United dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/Ian Hodgson)

Liputan6.com, Jakarta Ruben Amorim tak menyembunyikan niatnya menjelang final Liga Europa melawan Tottenham. Hanya lima hari sebelum laga krusial di San Mames, sang pelatih menurunkan line-up terbaik, seperti yang sudah ia isyaratkan sebelumnya. Ia menilai pentingnya menjaga ritme tim lebih berharga ketimbang risiko cedera.

Strategi ini tampaknya berhasil. Pakem starting XI MU ini mulai dapat dibaca di pertandingan kontra Chelsea akhir pekan lalu. Meski berakhir kalah (0-1), MU turun dengan pemain-pemain terbaiknya.

Amorim sebelumnya melakukan rotasi besar di enam pertandingan terakhir Premier League, dengan setidaknya lima perubahan di setiap laga. Keputusan kali ini bisa menjadi gambaran tim utama yang akan ia turunkan di final.

Beberapa petunjuk pun terlihat. Kiper utama Andre Onana kembali dimainkan setelah absen dua laga liga terakhir. Para pemain muda yang belakangan mendapat kesempatan tampil, kini hanya duduk di bangku cadangan.


Komposisi Tim Mulai Terlihat

Gelandang MU, Noussair Mazraoui (kiri), berduel dengan bek Chelsea, Marc Cucurella, saat kedua tim bertanding pada pekan 37 Liga Inggris 2024/2025 di Stamford Bridge, Sabtu (17/5/2025) dini hari WIB. (HENRY NICHOLLS/AFP)

Alternatif di lini belakang maupun lini depan memang cukup terbatas. Badai cedera MU cukup parah musim ini, Amorim harus benar-benar memutar otak dalam memilih starting XI.

Meski begitu, ada dua pemain yang mungkin merasa layak masuk starter: Manuel Ugarte dan Alejandro Garnacho. Keduanya selalu bermain sejak menit awal dalam empat leg babak perempat final dan semifinal Liga Europa.

Di sisi lain, kemunculan kembali Amad dan Mason Mount memberi Amorim opsi taktis baru untuk mengatur ulang komposisi lini serang. Di pertandingan terakhir MU, keduanya justru tampil sebagai dua pemain paling menonjol di lini depan United.

Kendati demikian, terlepas dari rotasi dan kombinasi yang dilakukan, performa tim tetap terlihat tumpul di lini serang setelah setengah jam pertama.


Dilema di Lini Serang: Mount atau Garnacho?

Pemain baru Manchester United, Mason Mount saat laga pramusim melawan Leeds United di Ullevaal Stadium, Oslo, Rabu (12/7/2023). (Twitter/@ManUtd)

Saat kalah dari Chelsea akhir pekan lalu, Amorim menurunkan starting XI MU yang benar-benar baru. Ini jadi yang kali pertama untuk sebelas pemain tersebut tampil secara bersamaan.

Nah, Andai starting XI yang sama dipertahankan untuk final UEL nanti, Amorim jelas perlu meningkatkan performa timnya secara signifikan.

Menariknya, peran Harry Maguire dalam skema bola mati bisa jadi senjata rahasia. Ia menunjukkan naluri menyerang di kotak penalti saat menyambut umpan Bruno Fernandes dari situasi bola mati. Aksi serupa pernah menjadi pembeda saat melawan Lyon.

Terlepas dari semua itu, perdebatan terbesar menjelang final tampaknya akan berkisar pada pilihan antara Mason Mount atau Alejandro Garnacho. Mount tampil dalam dua laga berturut-turut usai pulih dari cedera hamstring yang membuatnya absen sejak 15 Desember, dan ia menunjukkan koneksi yang baik dengan Amad di lini depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya