Diet One Meal A Day atau OMAD, Dokter: Terlalu Ekstrem, Bahayakan Metabolisme Tubuh

Diet OMAD yang cuma makan sekali sehari bisa berbahaya bagi metabolisme tubuh. Lalu, apa saran diet yang baik?

oleh Tim HealthDiterbitkan 19 Mei 2025, 07:00 WIB
Ilustrasi seseorang yang sedang makan siang dan tengah menjalankan diet OMAD atau one meal a day (Foto dok : Freepik/freepik).

Liputan6.com, Jakarta Dokter spesialis penyakit dalam Farid Kurniawan mengatakan bahwa dirinya tidak setuju dengan cara penurunan berat badan dengan menjalankan diet One Meal a Day (OMAD). Menurutnya diet yang cuma makan sekali sehari bisa berbahaya bagi metabolisme tubuh.

"Kalau One Meal A Day, saya pribadi tidak setuju, terlalu ekstrem. Itu terlalu berbahaya untuk metabolisme tubuh," kata Farid mengutip Antara.

Daripada diet One Meal A Day atau OMAD, dokter spesialis penyakit dalam dari Divisi Endokrin, Metabolik, dan Diabetes RSCM FKUI itu merekomendasikan gizi seimbang.

"Daripada melakukan diet ekstrem yang jelas berbahaya, saya sarankan cukup jalani diet gizi seimbang," katanya.

Dengan menjalankan diet yang menerapkan gizi seimbang membuat kalori yang masuk ke tubuh tidak berlebihan. Alhasil dalam jangka panjang berat  badan yang diinginkan bsia tercapai

"Mau makan tiga kali sehari yang porsi besar dua kali, snacking atau porsi kecil, boleh silakan. Yang penting jumlah dan komposisinya yang pas. Kalorinya enggak kelebihan, kemudian komposisi karbohidrat, protein, lemaknya juga pas," tutur Farid dalam konferensi pers peluncuran Met-U Prodia di Jakarta pada Sabtu kemarin.

 

Diet Enggak Perlu Aneh-Aneh

Ilustrasi soup (sumber foto: pexels.com/Navada Ra)

Di kesempatan yang sama, Farid mengatakan bahwa menjalankan diet tidak usah aneh-aneh seperti OMAD atau OCD. Terpenting saat menjalankan diet adalah suatu proses panjang bukan cuma satu atau dua tahun.

"Enggak perlu diet aneh-aneh, diet OMAD, ketogenik, OCD. Selama orang itu melakukan diet yang seimbang dan dilakukan jangka panjang, hasilnya jauh lebih bagus," katanya.

"Small step (langkah kecil) tapi konsisten. Enggak ada orang kalau mau sehat, dietnya cuman setahun," tambahnya.

 

Perencanaan Makan

Perencanaan makan juga penting dalam pelaksanaan diet untuk menurunkan berat badan. Pedoman makan Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan bisa dijadikan sebagai acuan dalam penerapan diet.

Menurut pedoman itu, setiap kali makan separuh piring sebaiknya diisi dengan makanan pokok dan lauk pauk dan separuhnya diisi dengan sayur dan buah.

Pedoman Isi Piringku juga memuat ajakan untuk mengonsumsi setidaknya delapan gelas air setiap hari, melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari, dan mencuci tangan menggunakan air dan sabun sebelum dan setelah makan.

Aplikasi Met-U yang diluncurkan oleh Prodia bisa digunakan untuk membantu membuat perencanaan makan dalam penerapan diet.

Selain itu, pengguna aplikasi dapat memanfaatkan fitur ​​Met-U untuk memantau kemajuan penerapan diet untuk menurunkan berat badan.

"Penggunaan aplikasi ini bisa untuk segala macam parameter ya. Kalau dia mau intervensi pola diet, dia bisa masukin dietnya seperti apa. Lalu berat badan, dia bisa pantau, masukin awalnya berapa, nanti tiap berapa minggu atau berapa hari masukin lagi. Jadi akhirnya bisa keep tracking," kata Direktur IT & Marketing PT Prodia Digital Indonesia Rudy Cahyadi.

 

Infografis Macam-Macam Diet. (Dok: Liputan6.com/Trisyani)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya