BMKG: Gempa Hari Ini di Akhir Pekan Minggu 18 Mei 2025, Lima Kali Getarkan Indonesia

Di akhir pekan, Minggu (18/5/2025) kembali menggetarkan Bumi Pertiwi. Hingga pukul 20.00 WIB, terjadi lima kali gempa hari ini di Indonesia.

oleh Devira PrastiwiDiperbarui 20 Mei 2025, 20:43 WIB
Gempa hari ini pertama di akhir pekan, Minggu (18/5/2025) membuat wilayah Sinabang, Provinsi Aceh bergetar. (www.bmkg.go.id)

Liputan6.com, Jakarta - Di akhir pekan, Minggu (18/5/2025) kembali menggetarkan Bumi Pertiwi. Hingga pukul 20.00 WIB, terjadi lima kali gempa hari ini di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, lindu pertama pada hari ini di akhir pekan, Minggu (18/5/2025) membuat wilayah Sinabang, Provinsi Aceh bergetar.

"Pusat gempa berada di laut 44 kilometer barat daya Sinabang," papar BMKG seperti Liputan6.com melansir dari laman resminya www.bmkg.go.id, Minggu (18/5/2025).

Lindu di Indonesia itu berkekuatan magnitudo 4,8 dengan kedalaman 22 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat titik 2,46 Lintang Utara (LU)-95,97 Bujur Timur (BT).

Gempa bumi dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) III di Kabupaten Simeulue.

Lindu susulan kembali menggetarkan pada pukul 04:30:52 WIB di Sinabang, Provinsi Aceh. Kali ini, gempa yang terjadi memiliki kekuatan magnitudo 3,5 dengan kedalaman 16 kilometer.

Lindu dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II-III di Kabupaten Simeulue. Pusat gempa berada di laut 53 kilometer barat daya Sinabang. Episenter lindu berada pada koordinat titik 2,39 Lintang Utara (LU)-95,89 Bujur Timur (BT).

Kemudian di siang hari pukul 11:53:55 WIB, gempa bumi menggetarkan wilayah Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pusat lindu berada di laut 204 kilometer barat daya Lombok Tengah.

Gempa dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II di Karangasem, Badung, dan Lombok Timur serta MMI II-III Denpasar. Lalu MMI III di Mataram dan Lombok Barat.

Episenter gempa berada pada koordinat titik 10,54 Lintang Selatan (LS)-116,16 Bujur Timur (BT). Lindu di Indonesia itu dilaporkan BMKG berkekuatan magnitudo 5,2 dengan kedalaman 10 kilometer.

 

Gempa Bumi Selanjutnya

Gempa hari ini pertama di akhir pekan, Minggu (18/5/2025) pukul 17:30:17 WIB terjadi di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. (www.bmkg.go.id)

Lalu sore tadi pukul 17:29:23 WIB, gempa bumi terjadi di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lindu dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) III di Leuwiliang.

Pusat gempa berada di darat 17 kilometer barat laut Kota Bogor. Episenter lindu berada pada koordinat titik 6,57 Lintang Selatan (LS)-106,64 Bujur Timur (BT). Gempa itu memiliki kekuatan magnitudo 2,7 dengan kedalaman 18 kilometer.

Lindu susulan kembali terjadi di Kota Bogor pada pukul 17:30:17 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat titik 6,60 Lintang Selatan (LS)-106,64 Bujur Timur (BT).

Pusat lindu berada di darat 17 kilometer barat laut Kota Bogor. Gempa bumi dirasakan MMI (Modified Mercalli Intensity) II-III di Kota Bogor dan Tanah Sereal serta MMI III di Leuwiliang. Lindu kali ini berkekuatan magnitudo 2,9 dengan kedalaman 8 kilometer.

Apa Itu dan Tanggap Bencana Gempa Bumi

Gempa Magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Serui, Pulau Yapen, Papua, Kamis dini hari (8/5/2025). (Liputan6.com/ Dok BMKG)

Apa Itu Gempa Bumi?

Untuk diketahui, gempa bumi adalah bencana alam yang bersifat merusak. Fenomena ini bisa terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat. Dan Indonesia termasuk wilayah rawan akan bencana gempa.

Gempa bumi adalah bencana yang bisa menyebabkan kerugian nyawa dan materil.

Menurut WHO, secara global gempa bumi menyebabkan 750 ribu kematian selama kurun 1998-2017. Lebih dari 125 juta orang terkena dampak gempa bumi selama periode ini.

Tanggap Bencana Gempa Bumi

Meski tak bisa dicegah, gempa bumi adalah bencana yang bisa dihadapi. Salah satu cara menghadapi gempa bumi adalah tanggap akan bencana gempa bumi.

Contoh tanggap gempa bumi adalah mengetahui prosedur evakuasi dan mematuhi pedoman keselamatan ketika bencana ini datang.

Menurut BNPB, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

Menurut BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

Menurut WHO, gempa bumi adalah guncangan hebat dan tiba-tiba dari tanah, yang disebabkan oleh pergerakan antara lempeng tektonik di sepanjang garis patahan di kerak bumi.

Gempa bumi dapat mengakibatkan goncangan tanah, likuifaksi tanah, tanah longsor, retakan, longsoran, kebakaran dan tsunami.

Antisipasi Gempa Bumi Sebelum Terjadi

Sejumlah pelajar berlari saat mengambil bagian dalam latihan simulasi gempa bumi dan tsunami di Jimbaran, Bali (5/11/2019). Latihan dilakukan untuk memberikan pengajaran kepada siswa agar mengantisipasi bahaya bencana gempa bumi dan tsunami yang bisa datang sewaktu-waktu. (AFP Photo/Sonny Tumbelaka)

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum Terjadi Gempa

  • Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.
  • Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.
  • Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.
  • Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.
  • Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi.
  • Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah.
  • Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi.
  • Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.
  • Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.
  • Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat dan Setelah Terjadi Gempa Bumi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang melakukan sejumlah antisipasi dalam menghadapi ancaman gempa megathrust. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati).

Saat Terjadi Gempa

  • Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.
  • Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.
  • Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.
  • Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.
  • Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa

  • Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.
  • Periksa lingkungan sekitar Anda. Apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.
  • Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.
  • Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.
  • Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.
  • Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.
  • Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa.
Minimnya Kewaspadaan Terhadap Bencana Gempa Bumi di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya