Bursa Saham Eropa Melejit 0,4%, Sektor Pertahanan dan Barang Rumah Tangga jadi Pendorong

Saham Renk Group telah naik 227% sepanjang tahun ini, jauh melampaui ekspektasi sebagian besar analis.

oleh Natasha AmaniDiterbitkan 17 Mei 2025, 14:00 WIB
Ilustrasi zakat saham/Copyright pexels by Burak K

Liputan6.com, Jakarta - Pasar saham Eropa ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (16/5) waktu setempat, dengan saham produsen suku cadang tank tempur asal Jerman, Renk memimpin kenaikan setelah peningkatan peringkat saham dari JPMorgan.

Mengutip CNBC International, Sabtu (17/5/2025) indeks Stoxx 600 pan-Eropa ditutup naik sebesar 0,4%, dengan barang-barang rumah tangga menjadi sektor dengan kinerja terbaik yang naik 1,2%.

Saham Renk Group melonjak 8,5% setelah analis di JPMorgan menaikkan peringkat saham menjadi overweight. Perusahaan itu juga membukukan pertumbuhan laba yang disesuaikan hingga38,1% menjadi 38 juta euro dari kuartal yang sama tahun lalu.

Saham Renk Group telah naik 227% sepanjang tahun ini, jauh melampaui ekspektasi sebagian besar analis.

Sementara itu, sektor pertambangan mencatat kinerja terburuk di Eropa, turun 1%. Adapun saham produsen obat Novo Nordisk yang juga lesu setelah kepala eksekutifnya, Lars Fruergaard Jørgensen mengumumkan pengunduran diri.

Perusahaan asal Denmark tersebut mengatakan Jorgensen akan tetap menjabat sebagai CEO untuk sementara waktu guna mendukung transisi yang lancar ke kepemimpinan baru.

Novo Nordisk sendiri telah melihat penurunan saham hingga lebih dari 50% sejak pertengahan tahun 2024, yang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keluarnya CEO tersebut.

Adapun saham pemilik jam tangan mewah Cartier, Richemont, melonjak 7% pada hari Jumat setelah membukukan penjualan kuartal keempat fiskal yang lebih baik dari perkiraan. 

Kemudian indeks DAX Jerman naik 0,8% pada pukul 8:57 pagi di London, mendekati level tertinggi sepanjang masa sebelumnya. DAX telah naik 19% sejak awal tahun.

IHSG Terbang 4%, Investor Asing Beli Saham Rp 5 Triliun pada 14-16 Mei 2025

Sejak awal perdagangan, IHSG langsung terkoreksi dan menyentuh level terendahnya pada 6.656,72. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada perdagangan 14-16 Mei 2025. Penguatan IHSG didukung aksi beli saham oleh investor asing.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (17/5/2025), IHSG melambung 4,01% ke posisi 7.106,52. Pada pekan lalu, IHSG hanya naik 0,25% ke posisi 6.832,80. Kapitalisasi pasar melonjak 3,82% menjadi Rp 12.318 triliun dari pekan lalu Rp 11.865 triliun.

"Sektor yang berkinerja baik adalah sektor infrastruktur dan energi yang masing-masing naik 5,87% dan 5,66%. Sedangkan sektor yang tertinggal adalah sektor teknologi yang turun sebesar 3,22%,” demikian seperti dikutip dari riset Ashmore Asset Management Indonesia.

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian bursa meroket 22,46% menjadi 30,02 miliar saham dari 24,52 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 9,98% menjadi 1,42 juta kali transaksi dari 1,29 juta kali transaksi pada pekan lalu.

 

Transaksi Harian BEI Sentuh Rp 16,59 Triliun

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Adapun rata-rata nilai transaksi harian di BEI selama sepekan mencatat kenaikan tertinggi yang mencapai 24,52% menjadi Rp 16,59 triliun dari pekan lalu Rp 13,32 triliun.

Selama sepekan, investor asing membukukan aksi beli saham senilai Rp 5,05 triliun. Kondisi ini berbeda dari pekan lalu dengan aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp 3,26 triliun.

Pada pekan ini,sebagian besar sektor saham melonjak kecuali sektor saham teknologi turun 3,22%. Sektor saham energi naik 5,66%, sektor saham basic materials mendaki 2,92%, dan sektor saham industri menguat 1,31%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya