6 Manfaat Baca Buku Setiap Hari, Salah Satunya Bisa Mengurangi Stres

Yuk, coba tumbuhkan kembali minat bacamu dengan rajin membaca buku setiap hari.

oleh Bella ZoditamaDiterbitkan 19 Mei 2025, 09:04 WIB
Ilustrasi seseorang rileks membaca buku. (Sumber: Freepik)

Liputan6.com, Jakarta Seperti yang kita tahu kalau membaca buku memiliki banyak manfaat positif, termasuk bagi kesehatan. Dengan membaca setiap hari dapat memperpanjang umur, memperlambat penurunan fungsi kognitif, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres, dan masih banyak lagi.

Bahkan, Anda tidak perlu malu dengan genre buku yang dibaca. Baik itu buku fiksi, buku pengembangan diri, buku misteri, atau serial fiksi ilmiah semuanya akan membawa dampak.

Apalagi membaca adalah aktivitas yang mudah diakses. Tidak memerlukan peralatan khusus selain bahan bacaan, dan Anda tidak perlu menjadi anggota atau berlangganan untuk membaca. Anda dapat melakukannya di luar ruangan, di dalam ruangan, atau di rumah Anda sendiri.

Melansir dari Very Well Health, Jumat (16/5/2025), coba, yuk, mulai membaca setiap hari dan rasakan manfaatnya seperti di bawah ini:

1. Mengurangi stres

Siapa sangka dengan membaca bisa membantu mengatasi atau mengurangi masalah kesehatan mental Anda? Ya, dengan membaca dapat menjadi cara yang sehat untuk melepaskan diri dari stres kehidupan sehari-hari. Membaca fiksi, khususnya, dapat meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan Anda secara keseluruhan.

Satu ulasan PLoS One tahun 2022 terhadap lima studi mengevaluasi dampak paparan bacaan fiksi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa bacaan fiksi memiliki dampak positif dan langsung pada suasana hati dan emosi.

Bacaan ini juga memiliki efek positif pada memori dan konsolidasi kognitif, yang merupakan proses di mana otak mengubah memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang. Membaca memiliki dampak yang lebih dari sekadar meningkatkan suasana hati dan kesejahteraan. Membaca juga dapat meningkatkan kesadaran, optimisme, kebahagiaan, dan emosi positif lainnya.

Satu studi yang dilaporkan pada tahun 2022 membahas pentingnya membaca bagi kesehatan mental di lingkungan sekolah menengah atas. Studi ini meneliti dampak membaca cerita terhadap indikator positif dan negatif kesehatan mental dari waktu ke waktu pada siswa kelas 10. Dalam studi ini, 33 siswa berada dalam kelompok pembaca cerita, dan 20 siswa berada dalam kelompok kontrol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pembaca cerita mengalami peningkatan kesadaran, optimisme, dan kebahagiaan serta mengurangi depresi, kecemasan, dan emosi negatif selama lima minggu.

2. Sebagian pembaca bisa berumur panjang

Ilustrasi membaca buku. Credit: pexels.com/Thought

Membaca mungkin menjadi kunci untuk berumur panjang. Menurut sebuah studi tahun 2016 dari para peneliti di Yale University School of Public Health, membaca buku dapat mengurangi angka kematian hingga 20%.

Meskipun membaca secara umum dapat memperpanjang umur, keuntungan bertahan hidup jauh lebih tinggi bagi pembaca buku daripada mereka yang membaca majalah dan koran. Membaca fiksi, khususnya, ditemukan paling bermanfaat. Studi ini menemukan bahwa membaca buku fiksi setidaknya 30 menit sehari dapat menambah rata-rata dua tahun dalam hidup pembaca.

Efek itu tetap ada bahkan dengan faktor-faktor yang mengendalikan seperti jenis kelamin, kekayaan, pendidikan, dan masalah kesehatan. Para peneliti studi tersebut menyarankan bahwa menggunakan imajinasi Anda saat membaca fiksi dapat membantu menjaga pikiran tetap aktif, yang berarti manfaat kesehatan yang mendukung umur panjang.

3. Membantu bersantai sebelum tidur

Membaca sebelum tidur dapat memberikan manfaat tidur yang luar biasa. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang tidak membutuhkan banyak energi dan dapat membantu Anda bersantai sebelum tidur. Kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas tidur, memperpanjang durasi tidur, dan bahkan meredakan insomnia.

4. Memperlambat penurunan kognitif seiring bertambahnya usia

Ilustrasi membaca buku, bahasa Inggris. (Photo by Rod Long on Unsplash)

Membaca dapat melindungi dari penurunan kognitif (berkurangnya kemampuan untuk mengingat, bernalar, belajar, dan memperhatikan). Pembaca rutin dapat mempertahankan kemampuan kognitif mereka lebih baik seiring bertambahnya usia dibandingkan mereka yang tidak membaca.

Mereka mungkin memiliki tingkat kehilangan memori yang lebih lambat dan lebih sedikit penurunan dalam keterampilan berpikir. Efek proaktif terutama disebabkan oleh adanya cadangan kognitif (ketahanan terhadap penurunan kognitif atau kerusakan otak).

Semakin banyak Anda membaca atau terlibat dalam aktivitas yang merangsang otak, semakin banyak cadangan kognitif yang Anda miliki. Cadangan tersebut dapat membantu mengimbangi perubahan degeneratif (terkait usia) atau kerusakan pada otak.

Satu studi tahun 2021 meneliti efek membaca setiap hari terhadap penurunan kognitif dan apakah tingkat pendidikan berperan. Para peneliti menemukan bahwa membaca merupakan faktor perlindungan di kemudian hari. Membaca secara sering dikaitkan dengan penurunan risiko penurunan kognitif pada orang dewasa yang lebih tua dari semua tingkat pendidikan dalam jangka panjang.

5. Meningkatkan keterampilan sosial

Ilustrasi perpustakaan, membaca buku bersama, cerpen. (Photo Copyright by Freepik)

Membaca dapat meningkatkan keterampilan sosial Anda karena memberikan contoh interaksi sosial yang dapat dipelajari. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering membaca memiliki keterampilan sosial dan perilaku yang lebih kuat dibandingkan dengan mereka yang tidak membaca.

Membaca fiksi, khususnya, juga dapat membantu remaja menjadi empati dengan memberi mereka kesempatan untuk memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain. Membaca juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan ketegasan.

6. Membantu memahami informasi kesehatan lebih baik

Orang yang sering membaca merasa lebih nyaman membaca dan memahami informasi kesehatan. Ini disebut health literacy. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), health literacy dapat membantu mencegah masalah kesehatan, melindungi informasi kesehatan, dan mengelola kesehatan dengan lebih baik saat masalah muncul.

Ketika orang memiliki health literacy yang kuat, mereka dapat membaca dan memahami informasi tentang kesehatan dan membuat keputusan tentangnya. Anda dapat meningkatkan health literacy dengan membaca tentang kesehatan dan faktor risiko Anda.

Jangan takut atau malu untuk bertanya kepada penyedia layanan kesehatan tentang hal-hal yang tidak Anda pahami. Anda juga dapat meminta materi, seperti selebaran, foto, dan diagram, yang dapat meningkatkan pemahaman Anda.

Infografis 5 Buku Novel Terlaris pada 2024. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya