Bantah Klaim Trump Soal Hapus Tarif, India: Masih Negosiasi

Menteri luar negeri India S. Jaishankar mengatakan bahwa diskusi terkait tarif dengan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung.

oleh Natasha AmaniDiterbitkan 16 Mei 2025, 17:00 WIB
Ilustrasi bendera India (AFP Photo)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa India menawarkan untuk menghapus tarif terhadap AS sebagai bagian dari kesepakatan dagang. Namun, India menepis klaim Trump dan mengatakan bahwa negosiasi belum selesai.

“India adalah salah satu negara dengan tarif tertinggi di dunia. Sangat sulit untuk menjual ke India, dan mereka telah menawarkan kami kesepakatan, pada dasarnya, mereka bersedia untuk tidak mengenakan tarif kepada kami,” kata Donald Trump selama diskusi panel dengan para pemimpin bisnis di Doha, Qatar, dikutip dari CNN, Jumat (16/5/2025).

“(India) sebenarnya telah memberi tahu kami, saya kira Anda juga, (Menteri Keuangan) Scott (Bessent) bahwa tidak akan ada tarif, bukan? Apakah Anda akan mengatakan itu perbedaan? Mereka yang tertinggi, dan sekarang mereka mengatakan tidak ada tarif,” kata Trump.

Sementara itu, Menteri luar negeri India S. Jaishankar kemudian mengatakan bahwa diskusi terkait tarif masih berlangsung.

“Negosiasi telah berlangsung,” ucapnya kepada wartawan di New Delhi.

“Ini adalah negosiasi yang sangat rumit. Sangat rumit. Tidak ada yang diputuskan sampai semuanya selesai,” bebernya.

Sebelumnya, Trump menilai tarif dagang yang dikenakan India terhadap barang-barang AS sangat tinggi, sehingga menekan banyak bisnis terjadi antara kedua negara. Gedung Putih telah lama mengkritik tarif tinggi India, termasuk 70% untuk mobil, 20% untuk beberapa peralatan jaringan, serta 80% untuk impor beras.

Defisit Perdagangan AS ke India Melebar

Ilustrasi bendera India. (Unsplash/Aniyora J)

Sebagai informasi, AS merupakan mitra dagang terbesar India pada tahun 2024.

Namun, India berada di peringkat kesepuluh dalam daftar mitra dagang AS untuk tahun yang sama.

Defisit perdagangan antara AS dan India telah melebar, dengan AS mengimpor USD 45,7 miliar lebih banyak dari India daripada yang diekspornya ke sana pada tahun 2024, menurut data dari Biro Sensus AS.

 

India Ikuti Upaya Negosiasi Tarif Dagang AS

India juga menjadi salah satu dari beberapa negara atau blok perdagangan yang berupaya mencapai kesepakatan dengan AS setelah serangkaian tarif Trump yang luas telah menjungkirbalikkan perdagangan global.

Trump telah mengenakan pungutan dasar sebesar 10% pada semua barang yang diimpor ke AS, dan mengenakan tarif timbal balik dengan tarif yang lebih tinggi pada negara-negara lain pada awal Juli.

India menghadapi "tarif timbal balik" sebesar 26% pada barang-barangnya yang masuk ke AS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya