Sneakers Capres Korea Selatan Lee Jae-myung Laku Keras di Pasaran, Kok Bisa?

Sepasang sneakers merah biru yang dikenakan kandidat presiden Korea Selatan Lee Jae-myung dalam kampanye perdananya menjadi tren nasional.

oleh Benedikta Miranti T.VDiterbitkan 16 Mei 2025, 19:10 WIB
Pemimpin partai oposisi Korea Selatan Lee Jae-myung saat berkunjung ke Busan pada Selasa 2 Januari 2024, sebelum insiden penikaman. (AP)

Liputan6.com, Seoul - Sepasang sneakers merah dan biru yang dikenakan calon presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, pada peluncuran kampanyenya 12 Mei lalu, telah mencuri perhatian publik dan berubah menjadi simbol kampanye yang viral.

Sepatu tersebut, Reebok Classic Leather GY1522, kini menjadi barang buruan di seluruh Korea Selatan, dengan stok resmi yang habis dan harga jual ulang yang meroket.

Lee, dari Partai Demokrat Korea, memilih tampil beda saat memulai kampanye resmi selama 22 hari menjelang pemilu 3 Juni 2025.

Di hadapan ribuan pendukung, ia menanggalkan sepatu formal dan menggantinya dengan sneakers berwarna merah dan biru—dua warna utama dalam simbol yin-yang bendera Korea Selatan, yang juga merepresentasikan dua spektrum politik: merah untuk konservatif dan biru untuk liberal.

Pemilihan warna ini bukan kebetulan. Lee menyematkan makna politik dalam aksinya.

"Kita tidak perlu membedakan kiri dan kanan, merah dan biru... Masihkah kita punya waktu untuk terjebak dalam bias seperti itu?" katanya dalam kampanye di Daegu, seperti dikutip dari laman Independent, Jumat (16/5/2025). 

"Masalah yang kita hadapi bukan lagi soal ideologi progresif atau konservatif, tapi masalah nyata rakyat Korea," tegasnya di panggung lain.

Sneakers tersebut juga telah dikustomisasi dengan detail personal. Pada sepatu kiri tertulis bordiran: "Lee Jae-myung, Now More Than Ever", sementara di sepatu kanan berbunyi: "From now on, the real Republic of Korea". Pesan-pesan ini mempertegas narasi Lee tentang perubahan dan persatuan nasional pasca pemakzulan Presiden Yoon Suk-yeol pada Desember lalu.

 

Jadi Incaran Kolektor

Warga memberikan suara pada pemilihan presiden di TPS lokal di Paju, Korea Selatan, Rabu (9/3/2022). Korea Selatan mulai pemilihan presiden dengan mempertarungkan Lee Jae-myung yang berhaluan liberal dan Yoon Suk-yeol dari kubu konservatif. (Lim Byung-shick/Yonhap via AP)

Menurut laporan media lokal, sneakers ini awalnya dirilis pada tahun 2022 dan dijual seharga 89.000 won (sekitar Rp 1 juta). Namun, karena kurang diminati, harganya sempat turun hingga 60 persen. Tak disangka, setelah dikenakan Lee, sepatu yang sebelumnya diabaikan ini langsung ludes di toko resmi dan platform daring besar seperti Gmarket dan Auction.

Harga resale di pasar sekunder melonjak drastis. Di beberapa situs, sepatu ini dijual hingga 339.300 won (Rp 3,7 juta), hampir 10 kali lipat dari harga diskon. Di platform Naver, tersedia dalam satu ukuran dengan harga 145.500 won (Rp 1,6 juta).

Kondisi ini menunjukkan bagaimana simbol kecil dari kampanye bisa memicu fenomena budaya yang luas, bahkan di luar politik.

Perwakilan Reebok Korea menyebut mereka belum bisa memastikan kapan atau apakah stok sepatu ini akan diimpor kembali, karena belum ada keputusan resmi dari pusat. Dengan seluruh stok domestik habis, konsumen kemungkinan harus menunggu kiriman dari negara produsen seperti Vietnam.

 

Hasil Utama KTT Korea Utara-Korea Selatan adalah Perang Korea Berakhir (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya